Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor yang Terhambat Untungkan Industri TPT

Pelaku usaha TPT terus menekankan pentingnya perbaikan regulasi saat ini yang masih pro impor.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  17:22 WIB
Pekerja meyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja meyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sentimen positif pada kuartal I/2020 akan datang dari momentum Ramadan dan Lebaran. Tetapi sejak akhir tahun lalu, industri tengah diuntungkan oleh kegiatan impor yang terhambat.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Wirawasta mengatakan saat ini pelaku industri belum fokus menyiapkan stok Ramadan dan Lebaran. Akan tetapi, pelaku usaha mengaku mulai merasakan peningkatan permintaan dari dalam negeri.

"Untuk persiapan Ramadan dan Lebaran mungkin mulai akhir bulan ini tetapi ini order naik meski bukan untuk momentum tersebut," katanya kepada Bisnis, Kamis (7/1/2021).

Redma mengemukakan level utilisasi industri hulu bisa di atas 85 persen bahkan untuk rayon di atas 90 persen. Begitu pula di hilir, dia yakin juga pasti bisa di atas 85 persen jika Ramadan dan Lebaran sesuai ekspektasi.

Meski demikian, Redma tetap kembali menekankan pentingnya perbaikan regulasi yang masih pro impor. Pihaknya pun menantikan pertemuan dengan Menteri Perdagangan yang baru guna memberikan sejumlah masukan dalam upaya menyelesaikan amanah Presiden Joko Widodo untuk melakukan pengurangan impor.

"Dari Menteri Perindustrian Pak Agus sudah clear dan pejabat eselon I dan II-nya juga sudah kooperatif dalam menolak izin importir yang memiliki banyak nama perusahaan tetapi ketika dicek tidak memiliki mesin," ujar Redma.

Untuk itu, perlu ditambah dengan perbaikan regulasi oleh Menteri Perdagangan agar kinerja investasi TPT sepenuhnya kembali membaik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor industri tpt
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top