Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Makanan, Minuman, dan Tembakau Sumbang Kontribusi Terbesar Inflasi Desember

Tingkat inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) dan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,68 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  12:13 WIB
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan di 90 kota, pada Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 0,45 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) dan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,68 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

"Yang tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,49 persen. Yang kedua kelompok pakaian dan alas kaki serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen," katanya melalui konferensi pers secara virtual, Senin (4/1/2020).

Setianto menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks yang terendah adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen.

Selanjutnya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen. Sementara yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2020 antara lain cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, ikan segar, tomat, jeruk, minyak goreng, rokok kretek filter, dan tarif angkutan udara.

Untuk yang mengalami penurunan harga yaitu bawang merah dan emas perhiasan.

Dari 11 kelompok pengeluaran, tambah Setianto, 4 kelompok memberikan andil inflasi, 1 kelompok memberikan sumbangan deflasi, dan 6 kelompok tidak memberikan kontribusi.

"Makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar pada inflasi Desember 2020 sebesar 0,38 persen. Yang terbesar kedua adalah transportasi dengan andil 0,06 persen," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps ekonomi laju inflasi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top