Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Harus Lebih Aktif dalam Proyek Strategis Nasional Hulu Migas

Dalam kasus proyek Blok Masela, pemerintah perlu lebih aktif untuk berperan dalam mendapatkan pembeli gas, sedangkan dalam proyek IDD harus ditemukan jalan tengah dan kompromi dalam hal keekonomian proyek.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  20:15 WIB
Ilustrasi: Aktivitas pengeboran migas PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) di Laut Natuna Selatan. - MedoEnergi.com
Ilustrasi: Aktivitas pengeboran migas PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) di Laut Natuna Selatan. - MedoEnergi.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah dinilai harus lebih aktif agar sejumlah proyek strategis nasional hulu minyak dan gas bumi yang pengerjaannya terseok-seok dapat segera direalisasikan.

Sejauh ini, terdapat dua proyek hulu migas yang masih terombang-ambing karena sang operator dari proyek tersebut berencana untuk melepaskan keikutsertaannya seperti yang terjadi pada proyek lapangan Abadi Blok Masela dan proyek Indonesia Deepwater Development.

Staf pengajar Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto menilai kedua proyek tersebut seharusnya tidak boleh gagal terealisasi. Menurutnya, pemerintah memiliki tugas untuk memastikan kedua proyek itu dapat berjalan.

Pri menjelaskan bahwa dalam kasus proyek Blok Masela, pemerintah perlu lebih aktif untuk berperan dalam mendapatkan pembeli gas. Sementara itu, dalam proyek IDD harus ditemukan jalan tengah dan kompromi dalam hal keekonomian proyek.

"Berpikirnya harus makro, mengutamakan ada investasi yang bergulir ketimbang menitikberatkan pada aspek cost karena toh bukan kita [Indonesia] juga yang pada dasarnya mengeluarkan investasi untuk proyek itu," katanya kepada Bisnis, Minggu (3/1/2021).

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya membantu agar konstruksi Blok Masela dapat diselesaikan tepat waktu, termasuk dalam pembebasan tanah untuk membangun jaringan pipa yang dibutuhkan untuk mendistribusikan gas hasil produksi dari lapangan Abadi.

Fahmy menjelaskan bahwa salah satu perkembangan yang telah dicapai dalam proyek Abadi Masela adalah penandatanganan kontrak antara Pemerintah Indonesia dan Inpex pada 2 tahun lalu setelah perundingan alot berlangsung bertahun-tahun. Sesuai dengan persetujuan tersebut, saat ini pembangunan konstruksi sedang berlangsung hingga 2024. Blok Masela baru akan menghasilkan produksi setahun setelahnya.

"Pasar gas di dalam dan luar negeri sangat besar. Tantangannya adalah menyelesaikan konstruksi dan infrastruktur pipa untuk penyaluran gas dari Masela ke konsumen. Dengan prospek yang besar, tidak sulit bagi Inpex mencari investor menggantikan Shell," katanya kepada Bisnis, Minggu (3/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas blok masela
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top