Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek! 5 Fakta BLT UMKM Rp2,4 Juta: Sudah Cair 100 Persen

Berikut 5 fakta penyaluran penyaluran bantuan tunai langsung (BLT) atau Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp2,4 juta.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  08:42 WIB
Presiden RI Joko Widodo (kedua kanan) dan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (kanan) berbincang-bincang dengan para penerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif bagi pelaku usaha mikro di Jakarta, Senin (24 Agustus 2020). BNI dipercaya oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan Banpres Produktif bagi pelaku usaha mikro yang merupakan nasabah PNM Mekaar dengan jumlah sebesar Rp2,4 juta per orang.  -  Dok. BNI
Presiden RI Joko Widodo (kedua kanan) dan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (kanan) berbincang-bincang dengan para penerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif bagi pelaku usaha mikro di Jakarta, Senin (24 Agustus 2020). BNI dipercaya oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan Banpres Produktif bagi pelaku usaha mikro yang merupakan nasabah PNM Mekaar dengan jumlah sebesar Rp2,4 juta per orang. - Dok. BNI

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UMKM akhirnya menyelesaikan penyaluran bantuan tunai langsung (BLT) atau Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp2,4 juta untuk pelaku usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19.

Dikutip dari akun Twitter resmi Kemenkop UKM (@KemenkopUKM), BPUM untuk membantu pelaku usaha mikro sejak Agustus-Desember 2020 dilakukan secara hati-hati sehingga akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.

"Seluruh proses dari pendataan hingga pencairan diawasi secara berlapis oleh banyak pihak tidak hanya KemenkopUKM sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, namun juga Kemendagri, Kemenkeu, OJK, dan bank penyalur," tulis akun @KemenkopUKM seperti dikutip, Selasa (29/12/2020).

Lantas, bagaimana hasil akhir penyaluran BLT UMKM Rp2,4 juta? Berikut 5 fakta seputar Banpres BPUM yang dirangkum Bisnis:

1. Anggaran Rp28,8 Triliun
Total BLT yang telah disalurkan sebesar Rp28,8 triliun kepada 12 juta pelaku usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19. Proses penyaluran diawasi berbagai pihak untuk memastikan akuntabilitas dan tepat sasaran.

2. Transfer Langsung
Bantuan hibah sebesar Rp2,4 juta itu ditransfer langsung ke rekening penerima yang memenuhi syarat. Tanpa potongan sepeserpun.

3. Pengawasan di Daerah
Kemenkop UKM membentuk Pokja di provinsi yang terdiri masing-masing 8 orang dan bertugas melakukan koordinasi, sosialisasi, dan verifikasi kebenaran dan kelengkapan data penerima. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan No 101/2020.

4. Pengecekan Berlapis
Penyaluran dan pengecekan data penerima BLT UMKM Rp2,4 juta melibatkan BPKP dalam pendataan calon penerima oleh Dinas Koperasi dan UKM di masing-masing wilayah.

Penerima bantuan telah dicek berlapis melalui:
- Dukcapil Kemendagri
- Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kemenkeu
- Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK
- Know Your Custumer di bank penyalur (BRI, BNI, BNI Syariah).
- Koordinasi dengan KPK untuk memastikan program akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.

5. Data Online
Penerima BPUM akan diinformasikan melalui pesan singkat oleh bank penyalur. Setelah menerima SMS, calon penerima segera melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan agar dana tersebut dapat segera dicairkan.

Bagi pelaku usaha mikro yang mendapatkan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro melalui Bank BRI dapat melihat melalui link http://eform.bri.co.id/bpum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos blt umkm Rp2,4 juta blt umkm Rp2,4 juta
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top