Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesan Sri Mulyani: Korupsi Bikin Hancur Reputasi dalam Seketika

Meski sudah berjuang, Sri Mulyani melihat Indonesia masih dianggap memiliki risiko yang tinggi dari tata kelola korupsi dan pelanggaran.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  11:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa aparat pengawas intern pemerintah (APIP) penting untuk memberikan jaminan yang independen bagi pemerintah dalam memanajemen risiko.

Selain itu, APIP juga untuk menjaga tata kelola dan meyakinkan kontrol internal di dalam pemerintah berjalan efektif. Menurut Sri, risiko dan tata kelola perlu dijaga.

“Kita paham membangun reputasi, kredibilitas, dan kepercayaan publik itu sangat sulit. Sedangkan merusaknya sangat mudah,” katanya saat sambutan virtual, Rabu (23/12/2020).

Sri menjelaskan bahwa itu adalah situasi yang sangat asimetris. Saat membangun reputasi hingga kepercayaan membutuhkan waktu dan pengorbanan yang lama, hilangnya sangat mudah juga seketika.

“Korupsi umpamanya. Begitu ada skandal, itu langsung hancur. Maka risiko itu perlu dikelola. Tata kelola harus terus dijaga. Itulah peran APIP jadi sangat penting,” jelasnya.

Dalam kondisi normal tambah Sri, pemerintah perlu menjaganya dengan upaya yang keras. Bahkan meski sudah berjuang, Indonesia masih dianggap memiliki risiko yang tinggi dari tata kelola korupsi dan pelanggaran.

Maka di saat pandemi Covid-19 kerja keras harus lebih dari biasanya. Penyebabnya alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berubah drastis untuk pemulihan ekonomi.

“Itu dilakukan dalam suasana cepat. Jadi pandemi mengharapkan pemerintah membuat respons yang sifatnya cepat namun masyarakat juga minta pemerintah tidak sembrono. Jadi cepat dan tepat. Cepat dan akurat,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi sri mulyani
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top