Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasang Baru Listrik PLN, di NTT 111 Desa Teraliri

Rasio keteraliran listrik di Nusa Tenggara Timur menjadi 86,16 persen.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  12:32 WIB
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) Wayame berkapasitas 2 x 30 Mega Volt Ampere (MVA). Istimewa - PLN
PLN mengoperasikan Gardu Induk (GI) Wayame berkapasitas 2 x 30 Mega Volt Ampere (MVA). Istimewa - PLN

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (persero) merampungkan pemasangan listrik baru untuk 111 desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2020.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Agustinus Jatmiko menuturkan untuk melakukan pemasangan baru ini pihaknya membangun 664 kilometer sirkuit (kms) jaringan tegangan menengah (JTM), 738 KMS jaringan tegangan rendah (JTR), serta 209 unit gardu. Total listrik yang dapat disalurkan melalui jaringan ini sekitar 10.450 kilovolt Ampere (kVA).

“Ini upaya kami untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Dalam 5 tahun terakhir, rasio elektrifikasi Provinsi NTT meningkat sebanyak 33,69 persen. Dari sebelumnya 52,47 persen, sekarang sudah mencapai 86,16 persen,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT Agustinus Jatmiko, dikutip dari siaran pers, Selasa (22/12/2020).

Untuk 111 desa yang baru tersambung dengan listrik PLN pada 2020, Agustinus menyebutkan jumlah ini setara dengan 82.484 kepala keluarga (KK).

Gelar jaringan kabel ini juga meningkatkan jam listrik menyala di 12 desa di NTT.

Adapun 12 desa tersebut yakni, Desa Pasir Panjang, Desa Pasir Putih, Desa Mbakung Kabupaten Manggarai Barat, Desa Bila, Desa Kakaha, Desa Prai Bakul, Desa Kananggar dan Desa Praisalura Kabupaten Sumba Timur, Desa Probur Kabupaten Alor, Desa Kebirangga Selatan Kabupaten Ende, Desa Ledeke Kabupaten Sabu Raijua, dan Desa Lelogama Kabupaten Kupang.

“Terima kasih PLN yang telah menyalakan listrik di desa kami di mana dulu desa ini terisolasi. Sekarang kebutuhan masyarakat selama ini sudah terjawab, listrik sudah hadir dan terang,” ujar warga Desa Fatulunu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Yusuf Misa.

Dirinya menambahkan, hanya beberapa warga saja yang mampu gunakan genset dengan biaya kurang lebih Rp200.000 semalam. Kini, masyarakat desanya hanya perlu membayar paling banyak Rp100.000 per bulan karena telah menikmati listrik dari PLN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top