Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Pendingin Ingatkan Pasar Jaya Soal Omni Channel, Ada Apa?

Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) meminta PD Pasar Jaya mulai mengembangkan omni channel atau model bisnis lintas channel yang memungkinkan pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  09:14 WIB
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar
Pedagang memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) meminta PD Pasar Jaya mulai mengembangkan omni channel atau model bisnis lintas channel yang memungkinkan pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi.

Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni mengatakan saat ini PD Pasar Jaya memiliki 51 titik yang bisa dikembangkan kegiatan transaksinya melalui platform digital. Hal itu guna menyesuaikan perkembangan yang ada saat ini.

"Dalam lima tahun ke depan jika tidak mau ketinggalan zaman harus berubah fungsi. Bahkan lama-lama masyarakat Jakarta mungkin tidak ada yang mau lagi ke pasar sehingga harus menyesuaikan," katanya kepada Bisnis, Senin (21/12/2020).

Yasni menyebut minimarket modern saja seperti Alfamart atau Indomaret sudah mulai mendesain peruntukan porsinya, di mana 15 persennya akan menjadi hub storage untuk penyimpanan makanan beku atau frozen food dalam partai besar dan jangka waktu yang panjang.

Dengan demikian, nantinya akan lebih memudahkan masyarakat menjangkau kebutuhan makanan misal daging 100 kilogram setiap waktu.

Selaras dengan hal tersebut, ARPI mencatat kebutuhan akan rantai pendingin yang saat ini tercatat sebesar 12,5 juta m3 belum mencukupi untuk permintaan makanan beku atau frozen food baik untuk siap saji atau siap masak.

Yasni mengatakan saat ini industri baru memenuhi 34 persen rantai pendingin atau cold storage untuk makanan beku. Hal ini juga melihat kebutuhan untuk di luar Pulau Jawa yang masih sangat sedikit meski setara dengan permintaan yang belum seramai di Pulau Jawa.

"Kita masih perlu tiga kali lipat lagi untuk mampu memenuhi demand akan frozen food saat ini paling tidak di Indonesia harus memiliki 40 juta m3 yang mana tidak perlu dengan kapasitas besar-besar cukup yang kecil seperti di minimarket saat ini," katanya.

Meski demikian, besaran tambahan kapasitas rantai pendingin akan tergantung pada permintaan setiap Provinsi. Saat ini, menurutnya, baru tiga provinsi yang menyatakan minat pengembangan rantai pendingin sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan daerahnya, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pd pasar jaya rantai pendingin
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top