Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IK-CEPA Diteken, Ini Dampaknya Bagi Industri Elektronika Lokal

IK-CEPA bisa mendorong produsen komponen lokal sebagai back up dari industri perakitan perusahaan-perusahaan elektronik asal Korea Selatan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  19:04 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kerja sama Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) diyakini memberikan efek multiplikasi terhadap sektor elektronika Tanah Air yang bersiap menjadi supporting industries bagi perusahaan asal Negeri Ginseng.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eleketronika (Gabel) Oki Widjaja mengatakan kerja sama IK-CEPA bakal mendorong munculnya produsen-produsen komponen sebagai back up dari industri perakitan perusahaan-perusahaan elektronik asal Korea Selatan yang berpotensi berinvestasi di Tanah Air.

"Pemain lokal bisa ikut serta di situ. Namun, harus dipastikan ada lokomotifnya dulu, yakni perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan, karena lokomotifnya tidak mungkin datang dari pemain lokal," ujar Oki kepada Bisnis.com, Jumat (18/12/2020).

Adapun, dengan ditandanganinya IK-CEPA, memungkinkan pelaku industri dalam negeri untuk menjalankan strategi 'penjiplakan' perkembangan industri elektronika Korea Selatan.

Menurut Oki, saat ini industri elektronika dalam negeri tidak memiliki jalan lain untuk meningkatkan daya saing selain mengundang perusahaan asing untuk berinvestasi.

Kendati demikian, Oki menilai investor dari Korea Selatan masih wait and see. Implementasi dari Omnibus Law sebagai kebijakan terkait dengan kemudahan investasi menjadi tolok ukur bagi perusahaan asing untuk masuk ke dalam negeri.

"Kalau konsekuen kebijakannya, mereka bakal masuk dan pemain lokal bisa segera menjadi supporting industries," sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri korea selatan elektronika
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top