Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

IK-CEPA Diteken, Investor Korsel Diberi Karpet Merah

Dengan adanya IK-CEPA, pemerintah memperkirakan foreign direct invesment (FDI) Korea Selatan akan meningkat serta membuka peluang perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sana.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  12:07 WIB
IK-CEPA Diteken, Investor Korsel Diberi Karpet Merah
Indonesia-Korea. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penandatanganan perjanjian kerja sama dagang Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) disebut akan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi investor asal Negeri Ginseng melalui sejumlah unsur proteksi yang disepakati.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan terdapat sejumlah unsur proteksi yang diatur dalam perjanjian kerja sama dagang tersebut yang bertujuan memfasilitasi investasi Negeri Ginseng ke Tanah Air.

"Berkaitan dengan investasi, IK-CEPA memberikan fasilitas investasi yang lebih baik dari segi fasilitas dan akses pasar. Unsur proteksi diatur antara lain, melalui nondiscriminating treamentfair and equitable treatment, dan investor state dispute settlement," ujar Agus dalam konferensi persen secara virtual, Jumat (18/12/2020).

Dengan adanya pemberian fasilitas tersebut, lanjutnya, keuntungan IK-CEPA bagi Indonesia adalah kian terbukanya akses pasar barang, serta meningkatkan daya saing, terutama untuk akses pasar ekspor produk perindustrian, pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Selain kerja sama untuk memudahkan akses pasar produk ekspor di atas, kesepakatan juga mencakup aturan dan prosedur perdagangan, pergerakan orang-perseorangan, dan area kerja sama lain, khususnya kegiatan pendukung UMKM, serta infratruktur penanaman modal, budaya, bidang kreatif lain, serta layanan kesehatan.

IK-CEPA juga menetapkan aturan untuk mendorong adanya investasi 2 arah. Dengan adanya IK-CEPA, pemerintah memperkirakan foreign direct invesment (FDI) Korea Selatan akan meningkat serta membuka peluang perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di sana.

Diberitakan sebelumnya, Korea Selatan mengeliminasi 95,54 persen cost tariff yang mencakup 97,33 persen nilai impor Negeri Ginseng tersebut dari Indonesia. Eliminasi tarif tersebut merupakan bagian dari kerja sama dagang IK-CEPA yang secara resmi ditandatangani hari ini.

Agus mengatakan eliminasi tarif yang diberikan oleh Korea Selatan terhadap produk ekspor Tanah Air akan menjadi keunggulan bagi Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing yang tidak memiliki Free Trade Agreement (FTA) dengan Korea Selatan.

"Ini akan menjadi keunggulan bagi Indonesia dibandingkan dengan negara pesaing yang tidak memiliki FTA dengan Korea Selatan," ujarnya.

Setelah IK-CEPA masuk ke tahap pelaksanaan, lanjutnya, kesepakatan ini akan dimanfaatkan oleh pelaku usaha kedua negara, dengan harapan nilai perdagangan Indonesia-Korea meningkat 5-10 persen untuk tahap awal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi korea selatan Perjanjian Dagang
Editor : Amanda Kusumawardhani

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top