Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dubes M. Lutfi Dorong Investor AS Masuk ke Sektor Digital Indonesia

Hal ini disampaikan Dubes RI untuk AS Muhammad Lutfi pada acara pertemuan dengan sejumlah kalangan di AS, termasuk pengusaha dan konsultan bisnis.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  20:38 WIB
Muhammad Lutfi, Mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kini dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).  - Istimewa
Muhammad Lutfi, Mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kini dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk AS Muhammad Lutfi meyakini investasi AS di sektor digital akan semakin meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Lutfi pun berharap investor AS kian aktif menggarap digitalisasi di sektor kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Hal itu, jelasnya, kian dipermudah dengan adanya perbaikan kemudahan berusaha dan berinvestasi yang ditawarkan Omnibus Law.

"Investasi di Indonesia pada sektor digital, akan menjadi pintu masuk untuk membuka akses yang lebih besar lagi ke pasar ekonomi digital Asean yang saat ini bernilai lebih dari US$100 miliar,” kata Dubes Lutfi seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (16/12/2020).

Hal ini disampaikan pada acara pertemuan dengan sejumlah kalangan di AS, antara lain pengusaha, konsultan bisnis hingga akademisi, yang digelar oleh lembaga pemikir ternama di Washington, DC, yakni The Asia Foundation.

Dubes Lutfi optimis bahwa di masa pandemi atau setelahnya, ekonomi digital akan terus mendapatkan momentum yang semakin besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, kawasan dan dunia.

"Pertumbuhan sektor ekonomi digital di Indonesia telah mencapai di atas 40 persen per tahun,” tukasnya.

Untuk itu, negara di dunia, termasuk di kawasan, perlu meningkatkan upaya bersama dalam menangani dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Hal ini karena krisis ekonomi dewasa ini berbeda sekali dengan krisis-krisis yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga harus ditanggapi melalui penguatan ketahanan dan kerjasama di sektor kesehatan, ekonomi digital dan industri rantai pasok.

“Pemulihan ekonomi Asean akan terbantu dengan adanya Regional Comprehensive Economic Partnership [RCEP], The Asean Comprehensive Recovery Framework, dan akses terhadap vaksin Covid-19,” ujar Dubes Lutfi.

Solidaritas negara-negara produsen vaksin, termasuk AS, dalam memberikan akses vaksin sangat diperlukan agar penanganan Covid-19 di tingkat global tidak parsial. Tidak mungkin penanganan pandemi Covid-19 hanya dilakukan di negara-negara tertentu saja.

Selain dengan kalangan pejabat Pemerintah dan Kongres AS, diplomasi pro-aktif Dubes Lutfi dalam mempromosikan potensi investasi Indonesia di AS maupun kerjasama bilateral RI-AS di berbagai bidang dalam tiga bulan terakhir ini, juga menyasar kalangan pengusaha, lembaga pemikir hingga akademisi AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu dubes m. lutfi
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top