Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang 2021, Ini Deretan Proyek Garapan PT PP Properti

Direksi PT PP Properti menyambut optimis kedatangan 2021 dan terus menggarap berbagai proyek termasuk rumah tapak yang terbukti memiliki kinerja terbaik di antara berbagai subsektor properti.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  21:17 WIB
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020)./Bisnis - Dedi Gunawan
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020)./Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Properti Tbk. optimistis melihat prospek sektor properti tahun depan. Direktur Utama PT PP Properti Sinur Linda Gustina mengatakan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang rendah yakni 3,75 persen bulan lalu merupakan sinyal positif untuk perusahaan.

"Ini akan menurunkan suku bunga bank sehingga akan lebih menarik," ujarnya.

Tahun depan, perusahaan berkode emiten PPRO akan menambah pembangunan rumah tapak di Semarang dan Bandung. Saat ini PPRO fokus melakukan proses serah terima unit dari tujuh proyek kepada konsumen yang akan berkontribusi untuk meningkatkan kinerja.

Selain itu, PPRO juga akan me-remodelling beberapa produk highrise yang sesuai dengan keinginan konsumen.

"Di kawasan mixed-used kami melakukan penetrasi pasar dengan memberikan gimmick dan penambahan fitur yang dapat menjadi kombinasi dari produk kami sehingga kawasan yang sudah dibangun bisa lebih diserap oleh market dan tentunya akan mengkontribusi kinerja," tuturnya.

Total land bank yang dimiliki PPRO sekitar 300 hektare yang tersebar di beberapa daerah dengan mayoritas berada di Pulau Jawa. Lokasi lahan terbesar berada di kawasan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sekitar 130 hektare dan lainnya tersebar di Pekanbaru, Jawa Barat, Bodetabek, Surabaya, Bali, dan Lombok.

Untuk tahun depan, perusahaan tidak menambah land bank. Land bank sementara masih menggunakan yang ada, yang diutilisasi untuk menjadi produk baru.

"Jadi, untuk investasi kami menyelesaikan hotel yang di Lombok saja yang akan buka pada pertengahan 2021 untuk menyambut MotoGP," tuturnya.

Menurut Sinur Linda, sektor properti yang masih banyak diminati adalah produk rumah tapak, sehingga perusahaan melakukan penyesuaian mengoptimasi segmen tersebut.

Adapun properti yang mengalami penurunan salah satunya adalah perkantoran karena saat ini banyak yang memberlakukan working from home (WFH) dan banyak juga yang mengurangi space.

"Untuk mal dan hotel memang saat pandemi beberapa waktu lalu, kami slow ada beberapa hotel yang kami tutup operasi, tetapi per Agustus 2020 semua hotel kami sudah beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sepanjang 2020 yang menjadi proyek unggulan yakni dua proyek besar yaitu Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Grand Sungkono Lagoon di Surabaya, The Alton Semarang, dan student premium apartment di Malang.

PPRO juga sedang memulai memasarkan proyek Ma-Zhoji dan mendapat respons pasar yang cukup baik, karena student apartment tetap diminati karena menjadi gaya hidup dan adanya privacy jika tinggal di hunian vertikal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti pt pp properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top