Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Langgeng Berbisnis Kuliner, Simak Tips dari Pengusaha Senior!

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman memaparkan sejumlah strategi bagi industri kecil menengah (IKM) yang tengah bergelut dengan bisnis makanan dan minuman saat ini.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  17:59 WIB
Ingin Langgeng Berbisnis Kuliner, Simak Tips dari Pengusaha Senior!
Pie susu teflon menjadi makanan yang banyak dimasak oleh masyarakat selama masa work from home (WFH). - Instagram @tetap_kuliner
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman memaparkan sejumlah strategi bagi industri kecil menengah (IKM) yang tengah bergelut dengan bisnis makanan dan minuman saat ini.

Menurutnya, yang utama harus dimiliki pengusaha kuliner adalah keamanan produk dan inovasi.

"Food safety ini value yang harus dijaga karena menyangkut kepercayaan konsumen pada brand dan menjadi equitas untuk memenangkan pasar. Selain itu inovasi, terbukti di anggota Gapmmi perusahaan bertumbuh cepat itu yang gencar melakukan inovasi," katanya dalam Indonesia Food Innovation (IFI) 2020, Senin (14/12/2020).

Adhi mengemukakan paling penting penggunaan bahan baku harus sesuai dengan bahan yang sudah memiliki standar regulator. Hal itu penting dalam kemanan pangan, yang mana ketika satu produk ditarik karena ketidaksesuaian dengan standar pangan maka masyarakat sudah tidak akan mau percaya lagi.

Selain itu, dari sisi pengusaha profesionalitas juga penting untuk selalu dijunjung dalam berbisnis. Adhi menyebut sangat penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan perusahaan.

"Jadi berapapun omzet yang baru kita terima harus sudah dipisah untuk gaji pribadi jangan sampai tercampur. Saya dulu awal membangun Inaco juga hanya memiliki omzet Rp7,5 juta," ujarnya.

Terakhir, Adhi menekankan pentingnya pengusaha untuk membuka mental blok atau menghilangkan prasangka buruk atau ketakutan yang menahan untuk bergerak lebih maju. Dalam hal ini adaptasi juga harus selalu dilakukan oleh pengusaha kuliner.

"Jangan takut kalau kita misalnya harus mengambil pinjaman dulu untuk modal atau hal-hal yang lain, karena sukses adalah pelajaran bukan tujuan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner industri makanan industri pangan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top