Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Libur Akhir Tahun, Maskapai Berharap Lonjakan Jumlah Penumpang

Sejumlah maskapai meyakini periode libur akhir tahun bisa meningkatkan jumlah penumpang dibandingkan pada hari normal hingga 20 persen.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Desember 2020  |  17:16 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Maskapai nasional optimistis bakal melayani jumlah penumpang yang lebih tinggi pada periode Natal dan Tahun Baru ini hingga mencapai 20 persen dibandingkan pada hari normal selama pandemi Covid-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan dengan kondisi pandemi yang masih berlangsung selama libur akhir tahun hanya dapat mengangkut penumpang antara 50 persen hingga 63 persen dari okupansi. Namun, lonjakan penumpang masih belum bisa menyamai realisasi tahun lalu.

“Kami berharap naik 20 persen. Ada daerah wisata seperti Bali yang tetap menjadi destinasi favorit penumpang,” ujarnya, Jumat (11/12/2020).

Sementara itu, Tim Corporate Communication Sriwijaya Air menyampaikan hingga menjelang periode libur Nataru ini, animo masyarakat dalam pemesanan tiket masih cukup baik dengan tingkat keterisian pesawat masih belum terlalu tinggi. Maskapai milik keluarga Chandra Lie ini tetap berharap dengan semakin mendekati periode libur Nataru tingkat penjualan tiket akan membaik sehingga tingkat keterisian penumpang dapat terdongkrak.

Adapun, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier (INACA) Denon Prawiraatmadja juga menuturkan permintaan terhadap industri penerbangan hanya berkisar 30 sampai 40 persen dibandingkan dengan permintaan pada 2019.

Saat ini tingkat kejenuhan masyarakat sudah pada fase yang membuat mereka acuh terhadap meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia. Hal itu menjadikan masyarakat tetap melakukan perjalanan seperti liburan ataupun pulang kampung, meskipun masih ada yang memilih tidak bepergian.

Pada akhir tahun ini, Denon melihat adanya perubahan kebiasaan masyarakat. Biasanya di akhir tahun masyarakat ramai memilih berlibur ke luar negeri. Namun, lantaran adanya pandemi dan pembatasan di berbagai negara, masyarakat memilih untuk bepergian di dalam negeri untuk sementara waktu

"Ada satu faktor yang mendorong masyarakat untuk memilih bepergian menggunakan pesawat pada akhir tahun ini, yaitu adanya stimulus pemerintah berupa pembebasan airport tax, yang masih berlaku hingga 31 Desember 2020," kata Denon.

Apabila stimulus tersebut berhasil menggenjot permintaan penerbangan, ia berharap pemerintah memberikan kembali bantuan tersebut untuk semester I/2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sriwijaya air Garuda Indonesia maskapai penerbangan inaca
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top