Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan CHT 2021, APVI: Cukai Vape Tidak Berubah

Asosiasi Personal Vaporizer (APVI) menyatakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) 2021 kemungkinan tidak akan mempengaruhi harga cairan vaporizer (liquid) pada tahun depan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  23:31 WIB
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam
Ilustrasi rokok vape elektronik. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Personal Vaporizer (APVI) menyatakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) 2021 kemungkinan tidak akan mempengaruhi harga cairan vaporizer pada tahun depan.

Sekretaris Umum APVI Garindra Kartasasmita mengatakan cukai pada industri liquid nasional tidak akan naik pada 2021. Pasalnya, industri cairan nasional masuk industri hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) melainkan industri hasil tembakau (IHT).

"Jadi, tembakau yang diolah kembali menggunakan perkembangan teknologi. [Selain itu,] seperti yang kita tahu bahwa industri vape masih sangat kecil nilai cukainya bila dibandingkan dengan nilai total cukai secara keseluruhan," katanya kepada Bisnis, Kamis (10/12/2020).

Seperti diketahui, harga jual eceran (HJE) industri cairan saat ini adalah 57 persen dari HJE. Sementara itu, HJE yang dikenakan pada produk cairan adalah Rp666 per mililiter.

Adapun, nilai cukai yang telah dibayarkan industri cairan nasional telah mencapai Rp515,9 miliar hingga Oktober 2020. Angka tersebut naik hingga 120,72 persen dari realisasi 2019 senilai Rp426,6 miliar.

Garindra menargetkan nilai cukai vape sepanjang 2020 dapat mencapai hingga Rp700 miliar. Artinya, Garindra menargetkan nilai cukai pada tahun ini naik 64,08 persen secara tahunan.

Adapun, target tersebut lebih rendah dari realisasi pertumbuhan nilai cukai 2018-2019 sekitar dua kali lipat. Garindra menyatakan pihaknya menargetkan nilai cukai 2021 dapat mencapai Rp1 triliun pada 2021 atau kembali tumbuh melambat sebesar 42,85 persen.

"Saya rasa [target nilai cukai 2021 senilai] Rp1 triliun tidak terlalu optimis, tapi harusnya bisa dicapai. Kan masih pandemi [tahun depan]," ucapnya.

Di sisi lain, industri HPTL khususnya industri vaporizer (vape), tidak akan mengalami kenaikan cukai pada 2021. Asosiasi menilai hal tersebut disebabkan oleh kontribusinya yang terlampau kecil dibandingkan dengan industri rokok. 

"Kami sudah bicarakan juga soal ini dengan teman-teman di pemerintahan. Banyak faktor [industri HPTL tidak dinaikkan cukainya]. Salah satunya karena pasar HPTL masih sangat kecil dari total cukai keseluruhan," ujarnya.

Garindra mendata industri vape telah membeli pita cukai senilai Rp350 miliar pada kuartal I/2020. Dengan kata lain, kontribusi cukai HPTL baru mencapai 1,2 persen dari total nilai cukai kuartal I/2020. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok Industri Vape
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top