Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jerman Lanjutkan Insentif untuk Industri Asuransi Kredit hingga Juni 2020

Berdasarkan kesepakatan, yang masih membutuhkan persetujuan oleh Komisi Eropa, pemerintah akan menjamin kerugian hingga 30 miliar euro (US$36,5 miliar) hingga akhir Juni 2020.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  16:26 WIB
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Jerman setuju untuk memperpanjang insentif bagi perusahaan asuransi kredit komersial selama enam bulan untuk menjaga perdagangan tetap mengalir dan mencegah kebangkrutan karena ekonomi Negeri Panser ini tengah dilanda gelombang kedua pandemi virus Corona.

Berdasarkan kesepakatan, yang masih membutuhkan persetujuan oleh Komisi Eropa, pemerintah akan menjamin kerugian hingga 30 miliar euro (US$36,5 miliar) hingga akhir Juni 2020.

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Keuangan dan Ekonomi Jerman pada hari Jumat (4/12/2020). Sebagai gantinya, perusahaan asuransi akan menyerahkan hampir 60 persen dari premi mereka untuk periode tersebut kepada pemerintah. Industri juga setuju untuk mempertahankan sebagian besar cakupannya.

Dukungan insentif, yang pertama kali disepakati pada bulan April, adalah bagian dari paket stimulus dan langkah-langkah bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk menahan kerusakan akibat penguncian ekonomi yang meluas.

Perusahaan asuransi kredit menawarkan perlindungan untuk bisnis jika pelanggan terlambat membayar tagihan atau gagal bayar. Tanpa penghentian, perusahaan asuransi bisa menjadi semakin enggan untuk mempertahankan pertanggungan mereka, yang pada gilirannya dapat mengirimkan efek riak ke seluruh perekonomian.

"Backstop ini adalah salah satu landasan terpenting untuk stabilisasi lebih lanjut yang cepat dari ekonomi dan bisnis lokal,” kata Ron van het Hof, Kepala Unit Asuransi Kredit Jerman Euler Hermes Group, yang merupakan bagian dari Allianz SE.

Awal tahun ini, Euler Hermes telah memperingatkan tentang bom waktu kebangkrutan global. Krisis Covid-19 akan memicu percepatan besar dalam kebangkrutan karena ukuran kerusakan ekonomi yang tiba-tiba dan bisa berdampak jangka panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jerman insentif

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top