Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Ketemu Konglomerat Jepang Demi SWF, Bawa 'Oleh-oleh' Berapa Triliun?

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir bertemu sejumlah konglomerat Jepang untuk menjajaki investasi di Nusantara Investment Authority.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  18:37 WIB
Menko Marves Luhut Pandjaitan, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi bertemu perwakilan pebisnis Jepang dalam rangka memperkenalkan Nusantara Investment Authority. - KBRI Tokyo
Menko Marves Luhut Pandjaitan, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi bertemu perwakilan pebisnis Jepang dalam rangka memperkenalkan Nusantara Investment Authority. - KBRI Tokyo

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bertemu dengan sejumlah konglomerat Jepang untuk menjajaki kerja sama dengan Nusantara Investment Authority, sovereign wealth fund Indonesia yang dibentuk lewat omnibus law UU Cipta Kerja.

Luhut bertandang ke Jepang bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan bertemu Sekjen LDP untuk Majelis Tinggi/Mantan Menteri Ekonomi, Perdagangan & Industri Jepang, Hiroshige Seko, Kamis (3/12/2020). Pertemuan itu untuk memperkenalkan Nusantara Investment Authority yang dibentuk dengan modal awal US$5 miliar atau 522 miliar yen.

Dilansir dari laman resmi KBRI Tokyo, Luhut dan Erick juga bertemu konglomerat ternama Jepang. Pemerintah & pebisnis Jepang sambut baik inisiatif Nusantara Investment Authority Flag of Indonesia.

"Menkomarves & Menteri BUMN maraton bertemu di antaranya dengan CEO & ED Mitsui & Co, Chairman Mitsubishi Corp, serta CEO Sojitz Corp," tulis KBRI Tokyo, Kamis (3/12/2020).

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi mengatakan kunjungan Luhut ke Jepang Merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Presiden RI Joko Widodo dan PM Jepang di Bogor, tanggal 20 Oktober 2020 lalu.

Pemerintah Indonesia mengharapkan SWF dapat mendorong perbaikan iklim investasi, pengembangan nilai aset negara dan menunjang pembangunan ekonomi, khususnya dalam mendukung realisasi proyek-proyek prioritas nasional.

Selain penjajakan dukungan dari Jepang, pemerintah Indonesia juga tengah menjajaki dukungan dari Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sebelumnya, dalam lawatan ke AS, Luhur berhasil membawa 'oleh-oleh' berupa komitmen investasi senilai US$2 miliar atau Rp28 triliun dari United States International Development Finance Corporation (DFC).

Nah, pulang dari Jepang, kira-kira berapa triliun ya oleh-oleh yang dibawa Luhut dan Erick ?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erick thohir sovereign wealth fund Luhut Pandjaitan
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top