Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Pariwisata Membaik, Maskapai Penerbangan Jadi Penentu

Masih minimnya wisatawan yang naik angkutan udara tidak terlepas dari situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir serta pembatasan kapasitas yang dilakukan oleh maskapai.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  18:07 WIB
Penumpang pesawat udara berjalan menuju terminal kedatangan saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (14/1/2019)./ANTARA FOTO - Septianda Perdana
Penumpang pesawat udara berjalan menuju terminal kedatangan saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (14/1/2019)./ANTARA FOTO - Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA – Maskapai penerbangan diharapkan dapat menambah jumlah destinasi penerbangan antarpulau untuk mengimbangi peningkatan jumlah wisatawan yang didominasi oleh kunjungan menggunakan transportasi jalur darat.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang meningkat 5,36 poin dari September 2020 menjadi 37,48 persen pada Oktober 2020.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan kenaikan tren yang masih didominasi oleh kunjungan melalui jalur darat tersebut terlihat dari tren reservasi pengunjung hotel.

"Kalau dari tren yang terjadi di Pulau Jawa, tren kenaikannnya karena kendaraan pribadi. Itu yang terjadi dari kunjungan wisatawan ke hotel, sesuai dengan reservasi yang didapat asosiasi," ujar Maulana kepada Bisnis.com, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, masih minimnya wisatawan yang naik angkutan udara tidak terlepas dari situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir serta pembatasan kapasitas yang dilakukan oleh maskapai.

Selain itu, wisatawan domestik masih berhadapan dengan masalah harga seiring dengan banyaknya kewajiban terkait dengan protokol kesehatan untuk melakukan perjalanan dengan angkutan udara.

Maskapai, lanjut Maulana, harusnya lebih banyak mengisi penerbangan dengan tujuan-tujuan Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

"Akan lebih banyak manfaatnya kalau penerbangan mengisi destinasi-destinasi dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Itu akan sangat favorit bagi konsumen karena persaingannya ada di sana," ujar Maulana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata maskapai penerbangan Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top