Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hidupkan Kembali Pariwisata, Pemerintah Diminta Fokus Pada Wisatawan Lokal

Penting menggerakkan pariwisata lokal setelah terpukul akibat wisatawan mancanegara mengurangi kunjungannya akibat pandemi global Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 November 2020  |  17:35 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf (kiri) dan Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hariyanto (kanan) hadir dalam diskusi secara langsung. Sedangkan Ketua Komisi X DPR Hetifah Syaifudian dan praktisi industri pariwisata Trinity hadir secara virtual. - Bisnis/John Andhi
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf (kiri) dan Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hariyanto (kanan) hadir dalam diskusi secara langsung. Sedangkan Ketua Komisi X DPR Hetifah Syaifudian dan praktisi industri pariwisata Trinity hadir secara virtual. - Bisnis/John Andhi

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mengatakan pukulan terhadap sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 harus diantisipasi dengan memfokuskan sektor itu pada pasar wisatawan lokal.

"Dalam masa pandemi, pemerintah sebaiknya fokus pada wisatawan lokal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Dede dalam diskusi Empat Pilar Kebangsaan MPR, Senin (30/11/2020).

Diskusi bertema "Kebangkitan Pariwisata dari Pandemi Covid-19 Sebagai Pondasi Ekonomi Nasional" berlangsung di Gedung DPR.

Narasumber lainnya adalah Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hariyanto dan Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Syaifudian serta praktisi industri pariwisata, Trinity.

Menurut Dede, pentingnya menggerakkan pariwisata lokal karena sektor tersebut termasuk yang paling terpukul setelah wisatawan mancanegara mengurangi kunjungannya akibat pandemi global Covid-19.

Padahal, lanjut Dede, sektor pariwisata lokal menjadi salah satu pondasi kekuatan ekonomi nasional.

Namun demikian, menggerakkan pariwisata lokal tetap harus sesuai dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf), yakni dengan mengedepankan kebersihan, keselamatan dan kelestarian lingkungan (K4).

Keempat aspek itu, kata Dede, perlu terus disosialisasikan secara masif selain masalah protokol kesehatan.

"Wisatawan yang datang harus terus diberdayakan, caranya pada masa pandemi ini perbaiki infrastrtuktur dengan sarana K4," kata Dede.

Politisi Partai Demokrat itu juga mengingatkan pentingnya pelaku industri pariwisata daerah memiliki sertifikasi selain promosi.

Menurutnya, sinergisitas antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus mampu menggerakan sektor ekonomi masyarakat di masa pandemi.

"Ekonomi kreatif perlu disinergiskan dengan pariwisata supaya bisa menggerakkan ekonomi lokal. Tentu selain untuk para wisatawan, pelaku wisatawan perlu disosialisasikan untuk menggerakkan sektor ekonomi," ujarnya.

Dede mencontohkan beberapa media seperti misalnya media sosial bisa menjadi alternatif untuk membantu sektor pariwisata di Indonesia.

"Contoh melalui media sosial sektor pariwisata bisa dipromosikan dan dapat menjadi nilai tambah untuk sektor tersebut dan melalui film juga bisa. Kita bisa ambil contoh lewat film Laskar Pelangi orang jadi tahu wisata yang berada di Bangka Belitung," kata Dede.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top