Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2021, Ini yang Dibutuhkan INACA daripada Stimulus Usaha

Perbaikan permintaan pasar lebih penting daripada stimulus bagi usaha penerbangan. Upaya pemerintah seperti pemberian subsidi airport tax harus berlanjut pada 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 November 2020  |  23:51 WIB
Ilustrasi maskapai penerbangan
Ilustrasi maskapai penerbangan

Bisnis.com, JAKARTA - Para maskapai penerbangan menilai langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan subsidi langsung kepada penumpang seperti menghilangkan passenger service charge (PSC) di 13 bandara harus dilanjutkan pada 2021.

Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiraatmadja menuturkan upaya pemerintah dalam pemulihan sektor penerbangan sudah konkret. Dari Kemenhub, stimulus PSC ke calon penumpang hingga akhir 2020 dinilai tepat.

"Logikanya orang ekonomi lesu, penghematan dan efisiensi dilakukan, kegiatan traveling jadi tidak dilakukan. Dengan stimulus ini meringankan beban individu dan korporasi melaksanakan kegiatan sosial ekonomi," jelasnya kepada Bisnis, Minggu (29/11/2020).

Menurutnya, upaya-upaya seperti ini harus berlanjut pada 2021 mendatang. Hal ini terangnya, dapat membantu pemulihan lebih cepat apalagi setelah distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.

Dia melanjutkan harga tiket dapat dilanjutkan dan stimulus PSC atau biaya bandara ini dapat digabungkan dengan paket stimulus calon penumpang lainnya guna menggairahkan aktivitas sosial dan ekonomi melalui angkutan udara.

"Kami menunggu hal-hal seperti itu, sisi pelaku industri kami bukannya tidak butuh stimulus atau bantuan pemerintah, seberapa besar pun bantuan pemerintah terhadap pelaku kalau pasarnya merosot dari 8 juta penumpang per bulan menjadi 2 juta penumpang per bulan tetap sulit," katanya.

Denon mengilustrasikan, ketika harga tiket penerbangan dijual Rp1.000.000 per orang dengan total 8 juta penumpang, nilai pasarnya dapat mencapai Rp8 triliun.

Sementara ketika penumpang hanya 2 juta orang artinya nilai pasar hanya Rp2 triliun, kehilangan pasar Rp6 triliun ini tetap sulit diganti oleh pemerintah.

"Kami lebih fokus mengembalikan permintaan penerbangan yang sudah ada. Kalau yang dampaknya langsung ke masyarakat, paket-paket stimulus ke masyarakat bisa bantu masyarakat kembali aktivitas pakai udara," urainya.

Selain itu, kepercayaan diri masyarakat pun harus dibangun, hal ini pun tidak dapat dilakukan seketika. Perlu waktu, apalagi ketika biasa menggunakan pesawat atau kereta, menjadi memilih menggunakan mobil pribadi.

"Pada 2021 ini kalau vaksin sudah bisa terealisasi dan distribusi, kami percaya akan cepat pemulihannya dari sekarang," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub inaca
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top