Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyelesaian 3 Proyek PLTP Molor ke Tahun Depan

Tiga proyek itu akan berkontribusi untuk peningkatan kapasitas pada 2021 sebesar 140 MW.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 November 2020  |  20:51 WIB
Penyelesaian 3 Proyek PLTP Molor ke Tahun Depan
Pekerja melakukan perawatan instalasi sumur Geothermal atau panas bumi PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2020). ANTARA FOTO - Anis Efizudin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sebelumnya ditargetkan beroperasi tahun ini terpaksa harus molor hingga 2021.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Prijandaru Effendi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat penyelesaian proyek 3 PTLP itu tertunda.

Adapun, proyek PLTP yang tertunda yakni PLTP Sokoria sebesar 5 MW di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini semula ditargetkan bisa beroperasi pada Februari 2020, tetapi kini diperkirakan bergeser menjadi di 2021.

Sementara itu, dua proyek lainnya yaitu PLTP Rantau Dadap sebesar 90 MW dan PLTP Sorik Merapi 45 MW.

"Awal tahun ini pandemi yang sudah berhasil men-delay 3 project sebesar 140 MW yang seharusnya COD tahun ini," katanya dalam Indonesia EBTKE ConEx 2020, Kamis (26/11/2020).

Dengan demikian, 3 proyek itu akan berkontribusi untuk peningkatan kapasitas pada 2021 sebesar 140 MW.

Selain itu, pada tahun depan terdapat proyek yang akan beroperasi dengan kapasitas sebesar 56 MW.

"Sehingga Insha Allah by the end of next year kita punya install capacity di level 2300 MW," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi pembangkit listrik Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top