Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pabrik Lokal Terdesak, Kemenperin Minta Tambah Bea Masuk Masker Impor

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengusulkan penaikan bea masuk masker medis impor, menyusul adanya tekanan terhadap produksi masker lokal.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 24 November 2020  |  20:00 WIB
Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Shela Rachmayanti mempraktikkan cara melepas masker yang benar. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Anggota Tim Pakar Satgas Covid-19 Shela Rachmayanti mempraktikkan cara melepas masker yang benar. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengusulkan penaikan bea masuk masker medis impor, menyusul adanya tekanan terhadap produksi masker lokal.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan usaha menaikkan bea masuk tersebut dilakukan untuk membendung arus masker medis impor. Elis mencatat tren volume impor masker medis terus naik selama Januari-Agustus 2020.

"[Pelaku industri melaporkan bahwa] masker impor banting harga, sehingga utilisasinya jadi sangat rendah," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (14/11/2020).

Berdasarkan data Kemenperin, impor masker medis yang tercatat dalam Pos Tarif 6307.90.40 dan 6307.90.90 menunjukkan tren peningkatan secara volume pada Januari-Agustus 2020. Adapun, volume terbesar tercatat per Agustus 2020 yang mencapai 21,5 ton.

Di samping itu, seluruh alat pelindung diri medis impor berasal dari China dengan presentasi setidaknya 90 persen pada setiap produk. Secara total, nilai impor masker medis pada Januari-Agustus 2020 telah menyentuh level US$55 juta.

Anomali harga impor masker medis pada Pos Tarif 6307.90.40 tarjadi per Agustus 2020 atau jatuh menjadi US$9,93 per Kilogram. Harga masker medis pada pos tarif tersebut memuncak pada April 2020 di level US$51,27 per Kilogram dan terus turun dan anjlok pada Agustus 2020.

"Terlihat bagaimana masker impor [melakukan praktik] banting harga," katanya.

Upaya penambahan bea masuk tersebut merupakan cara pemerintah agar pabrikan tidak menjual kembali mesin produksi masker medis. Selain menambah bea masuk masker medis impor, pihaknya juga akan mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker walau pandemi sudah berakhir nantinya.

Menurutnya, kedua hal tersebut dapat menjaga utilisasi industri masker nasional di level yang sehat. Pasalnya, saat ini utilisasi industri masker medis nasional telah turun ke level 60 persen per November 2020 dari posisi April-Juni 2020 di kisaran 100 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bea masuk impor masker
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top