Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Masker Medis Lokal Turun, Ini Tiga Penyebabnya

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan utilisasi industri masker medis nasional terus melambat hingga November 2020. Kemenperin menduga setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan hal tersebut.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 24 November 2020  |  18:55 WIB
Masker berkatup.  Pangsa masker kain produksi lokal kini hanya sekitar 40 persen.  - Bisnis.com
Masker berkatup. Pangsa masker kain produksi lokal kini hanya sekitar 40 persen. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan utilisasi industri masker medis nasional terus melambat hingga November 2020. Kemenperin menduga setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan hal tersebut.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mendata utilisasi industri masker medis nasional mencapai level 100 persen pada April-Juni 2020. Namun demikian, saat ini angka tersebut merosot ke level 60 persen.

"Jadi, produksinya berkurang karena permintaan dalam negeri berkurang, ditambah lagi produk-produk impor yang harganya [jauh di bawah harga masker medis lokal]," katanya kepada Bisnis, Selasa (24/11/2020).

Elis menyatakan melambatnya permintaan nasional ditunjukkan dengan rendahnya penyerapan bantuan bea masuk bahan baku masker medis. Elis berujar Kemenperin telah menyiapkan subsidi bea masuk bahan baku masker medis hingga Rp54 miliar, namun serapan bantuan tersebut baru mencapai sekitar Rp1 miliar.

Alasan kedua, Elis menyampaikan harga masker medis impor membuat pabrikan masker domestik tidak kompetitif. Pasalnya, selisih harga antara masker medis dan lokal setidaknya 29,41 persen.

"Harga pabrik 1 kotak [masker medis] dalam negeri harganya Rp45.000-Rp65.000, sementara harga di pasar untuk [1 kotak masker medis] impor itu harganya antara Rp40.000-Rp45.000," katanya.

Berdasarkan data Kemenperin, impor masker medis yang tercatat dalam Pos Tarif 6307.90.40 dan 6307.90.90 menunjukkan tren peningkatan secara volume pada Januari-Agustus 2020. Adapun, volume terbesar tercatat per Agustus 2020 yang mencapai 123.713 ton.

Sementara itu, harga masker yang diimpor per Agustus 2020 merupakan yang terendah selama 3 bulan sebelumnya atau sekitar US$25,14 per Kilogram. "Terlihat bagaimana masker impor [melakukan praktek] banting harga."

Alhasil, saat ini masker medis lokal hanya memiliki pangsa pasar sekitar 40 persen dari total permintaan masker medis nasional. Sementara itu, masker medis lokal hanya berkontribusi sekitar 24 persen dari total pasar masker nasional.

Faktor terakhir, Elis menduga penurunan permintaan masker medis nasional disebabkan oleh naiknya tren permintaan masker kain di dalam negeri. Elis berujar pangsa masker kain lokal pada pasar masker nasional kini sekitar 40 persen.

"Ada alternatif [penggunaan masker]. Masyarakat umum sekarang ke masker kain. Itu yang diungkapkan teman-teman industri sebagai salah satu faktornya," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masker pandemi corona
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top