Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementan Target Swasembada Gula Konsumsi pada 2023

Kementerian Pertanian menyatakan upaya peningkatan produksi akan dimulai pada tahun ini dengan intensifikasi lahan yang hasilnya diharapkan dapat mulai dirasakan pada 2021.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 November 2020  |  20:38 WIB
Ilustrasi gula
Ilustrasi gula

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian menargetkan dapat mencapai swasembada gula konsumsi pada 2023.

Meski neraca gula konsumsi memang masih memperlihatkan defisit, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan defisit tersebut mencapai 600.000 ton per tahun lantaran produksi nasional hanya di angka 2,1 juta ton dan konsumsi mencapai 2,8 juta ton setiap tahunnya.

Dia mengatakan bahwa Kementerian Pertanian akan secara bertahap mengurangi defisit lewat peningkatan produksi. 

“Pemenuhan gula konsumsi secara bertahap kita siapkan, saya akan konsentrasi untuk akselerasi produksi gula konsumsi. Kalau sudah terpenuhi, selanjutnya mengejar swasembada gula industri,” kata Syahrul dalam National Sugar Summit, Selasa (24/11/2020).

Syahrul mengemukakan upaya peningkatan produksi akan dimulai pada tahun ini dengan intensifikasi lahan yang hasilnya diharapkan dapat mulai dirasakan pada 2021.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono menyebutkan dalam periode 2020-2023 intensifikasi bakal menyasar area seluas 200.000 hektare (ha) di Pulau Jawa.

Sementara untuk strategi ekstensifikasi bakal dilakukan dengan menambah area penanaman di luar Pulau Jawa dengan luas 50.000 ha. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menambah produksi gula konsumsi sebanyak 676.000 ton dalam 3 tahun ke depan.

Upaya intensifikasi sendiri bakal ditempuh dengan strategi bongkar ratoon pada area seluas 75.000 ha yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tebu menjadi 15 ton per ha. Dengan demikian, produksi akan mencapai 138.000 ton gula.

Selain bongkar ratoon, rawat ratoon juga bakal dilakukan pada area seluas 125.000 ha dengan produksi ditarget mencapai 178.125 ton. 

Adapun untuk ekstensifikasi, Kasdi mengatakan pihaknya akan menggunakan varietas-varietas dengan produktivitas yang lebih tinggi. Dia mengatakan produktivitas varietas tebu tersebut bisa mencapai 85 ton per ha dengan rendemen sekitar 8,3 persen.

"Jika produktivitas sesuai dengan yang sudah kita targetkan, maka kita akan mendapatkan 676.000 maknanya kita bisa swasembada pada 2023 khusus untuk gula konsumsi," kata Kasdi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan produksi gula swasembada gula
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top