Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laporan OECD, Reformasi Ambisius Percepat Pemulihan Ekonomi

Dalam publikasi terbarunya berjudul New Horizons, OECD memaparkan telah mengidentifikasi perlunya kerja sama yang lebih kuat antar pemerintah di sejumlah bidang mulai dari kesehatan hingga perdagangan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 November 2020  |  15:10 WIB
Jose Angel Gurria, Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), dalam diskusi panel di WEF, di Davos (22/1/2020) -  Bloomberg / Jason Alden
Jose Angel Gurria, Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), dalam diskusi panel di WEF, di Davos (22/1/2020) - Bloomberg / Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Angel Gurria mengatakan reformasi yang ambisius sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Dalam publikasi terbarunya berjudul New Horizons, Gurria memaparkan OECD telah mengidentifikasi perlunya kerja sama yang lebih kuat antar pemerintah di sejumlah bidang mulai dari kesehatan hingga perdagangan.

Dia mengatakan kerja sama di bidang kesehatan bisa dilakukan dalam hal penelitian hingga pendistribusian vaksin Covid-19. Sementara kerja sama perdagangan diperlukan untuk memastikan rantai produksi global yang kuat, dalam perpajakan perusahaan multinasional karena ekonomi menjadi semakin digital.

"Selain itu, perlu juga kerja sama dalam kelestarian lingkungan dan dalam mencegah arus keluar modal yang tiba-tiba dan krisis utang negara di pasar negara berkembang dan negara berkembang," ujar Gurria dalam publikasi yang dikutip, Senin (22/11/2020).

New Horizons adalah sebuah laporan yang diminta oleh G20 untuk mendukung rencana aksi untuk menanggapi krisis. Laporan itu menekankan pemerintah perlu merencanakan dari sekarang untuk pemulihan sambil terus hidup dengan virus.

Langkah-langkah ekonomi darurat untuk mengatasi krisis perlu diadaptasi, dukungan kepada masyarakat dan bisnis menjadi lebih tertarget, dan kebijakan baru diberlakukan untuk mewujudkan tujuan ekonomi global yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

Laporan tersebut juga mengungkap pengeluaran fiskal yang cukup besar dan dukungan moneter harus dipertahankan selama diperlukan untuk menahan guncangan pandemi. Dua kebijakan tersebut perlu diarahkan untuk untuk mengalokasikan kembali sumber daya; mendukung orang; dan membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh untuk masa depan.

Pemerintah juga perlu membantu pekerja dan bisnis untuk beralih dari sektor menyusut ke sektor yang berkembang; dengan menghilangkan hambatan mobilitas, dengan meningkatkan persaingan, dan dengan mempermudah perusahaan untuk mengakses keuangan dan teknologi maju atau untuk merestrukturisasi.

Menurut Gurria, peningkakan pelatihan dan membangun keterampilan, terutama di antara kaum muda berketerampilan rendah, dan perempuan yang seringkali rentan di pasar tenaga kerja, akan menjadi kuncinya.

Skema retensi pekerjaan juga perlu dikembangkan untuk memastikan bahwa orang-orang, bukan pekerjaan mereka, terlindungi, bahwa peluang mereka diperluas dan pendapatan mereka dijamin.

Di sisi lain, investasi publik dan swasta terutama dalam perawatan kesehatan, digitalisasi, penurunan emisi karbon, pendidikan dan keterampilan sangat penting untuk memperkuat keberlanjutan dan ketahanan.

"Kami perlu memastikan kesehatan dan perlindungan sosial bermanfaat bagi semua, bahwa investasi publik dan swasta selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, dan kami perlu membangun ketahanan di jantung sistem ekonomi dan sosial kami," jelas Sekjen OECD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oecd pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top