Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Maskapai Lain Rambah Bisnis di Luar Aviasi, Garuda Tak Ikut Tren

Perseroan akan secara aktif mendorong ekspor dengan membuka langsung ke tujuan ekspor yang dibutuhkan dengan negara lain dari Indonesia timur. 
Dirut PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kiri) dengan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (kanan) di sela-sela audiensi membahas tentang peluang kerja sama di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (4/8/2020) malam. ANTARA
Dirut PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (kiri) dengan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (kanan) di sela-sela audiensi membahas tentang peluang kerja sama di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (4/8/2020) malam. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tetap memprioritaskan layanan penerbangan ketimbang masuk ke sektor bisnis lainnya kendati banyak maskapai internasional lainnya telah mulai merambah sektor lainnya agar tetap bertahan selama pandemi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan fokus utamanya adalah layanan kargo untuk kebutuhan ekspor dan charter atau sewa pesawat.

Khusus untuk layanan kargo ekspor, Garuda telah membuka rute Manado-Tokyo hingga Bali-Hong Kong. Kargo tujuan ekspor ini memiliki  permintaan yang tinggi untuk produk kelautan dan perikanan. 

“Kami memang secara sadar tidak akan masuk ke bisnis yang beberapa airlines lakukan, yang menurut saya impact-nya secara finansial tidak signifikan tapi juga secara persepsi menurut kami bukanlah sesuatu yang pas dilakukan,” kata Irfan dikutip Minggu (22/11/2020).

Korporasi pelat merah tersebut juga telah memiliki layanan pengiriman berbasis digital Kirim Aja melalui lini usaha transportasi dan logistik, PT Aerojasa Cargo. Layanan ini membidik UMKM dengan pemberian diskon kirim barang antarkota sampai 50 persen.

Sementara untuk layanan charter, Irfan menjelaskan layanan tersebut tumbuh karena para penumpang merasa penerbangan yang aman dapat dilakukan tanpa perlu transit dan mengikuti penerbangan reguler.

Maskapai pelat merah ini sedang melakukan aksi korporasi untuk mendukung likuiditas dan solvabilitas perseroan dengan target utama kelangsungan perusahaan. Perseroan akan secara aktif mendorong ekspor dengan membuka langsung ke tujuan ekspor yang dibutuhkan dengan negara lain dari Indonesia timur. 

Irfan mengakui pertumbuhan penumpang saat ini belum sampai akan di titik sebelum Covid-19.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper