Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Galangan Kapal Nasional Terus Menggeliat

Tak heran bila saat ini kapal produksi anak bangsa terus menjadi pilihan, termasuk dalam memperkuat alutsista nasional.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 21 November 2020  |  17:12 WIB
Ilustrasi 0 Suasana pembuatan kapal di galangan kapal Batam, Senin (5/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Ilustrasi 0 Suasana pembuatan kapal di galangan kapal Batam, Senin (5/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan industri galangan kapal dalam negeri terus menggeliat. Kemampuannya dalam memproduksi kapal pun tak kalah dibandingkan dengan perusahaan asing, dengan standar dan teknologi yang terbilang cukup tinggi. 

Tak heran bila saat ini kapal produksi anak bangsa terus menjadi pilihan, termasuk dalam memperkuat alutsista nasional. 

Salah satunya PT Batamec Shipyard, perusahaan galangan kapal nasional yang kembali dipercaya oleh TNI Angkatan Laut untuk menyediakan satu unit kapal yang dirancang sebagai Kapal Bantu Cair Minyak (BCM). 

Hal tersebut ditandai peletakkan lunas/Keel Laying dan pernyataan resmi pembangunan Kapal BCM dengan prosesi penekanan tombol sirine oleh Asintel Kasal Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua, di Galangan Kapal PT Batamec Shipyard, Tanjung Uncang, Batam Kepri.

Dalam ceremony tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara keel laying pembangunan kapal oleh Presiden Direktur PT Batamec Shipyard Maya Miranda Ambarsari, bersama Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama TNI Budi Sulistyo, CHRMP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang disaksikan oleh Asintel Kasal.

Presiden Direktur PT Batamec Shipyard Maya Miranda Ambarsari menuturkan bahwa Kapal BCM berkapasitas 5.500 ton ini merupakan kapal kedua yang dibangun Batamec untuk kebutuhan TNI AL. 

"Kami akan menjaga kepercayaan ini, semoga semua berjalan lancar, tepat waktu, dan tepat mutu sehingga dapat mendukung kegiatan operasional TNI AL,” ujar Maya Miranda Ambarsari, dalam keterangan yang diterima Bisnis, Sabtu (20/11/2020).

Adapun proses pembangunan kapal ini dilaksanakan secara multiyears mulai 2020 hingga 2022 dengan menggunakan dana APBN. 

Sementara itu, Asintel Kasal Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua mengatakan pembangunan Kapal BCM ini merupakan tindak lanjut pengadaan Alutsista dalam upaya meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AL yang mengacu pada Minimum Essential Force yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut Angkasa Dipua mengatakan bahwa saat ini TNI AL terus melakukan modernisasi Alutsista, salah satunya adalah KRI. Dalam proses pembangunan kapal, TNI AL mempercayakan pada perusahaan dalam negeri seiring dengan semakin menggeliatnya industri galangan kapal nasional, salah satunya PT Batamec Shipyard.

“Kami berharap PT Batamec mampu meningkatkan mutu serta kemampuan dalam membangun kapal perang produksi dalam negeri yang berteknologi tinggi sehingga PT Batamec bisa menjadi referensi TNI AL untuk menjalin kerjasama di masa mendatang,” tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut adislaikmatal, Laksma TNI Udyatmiko, Danguskamla, Laksma TNI Yayan Sofyan, S.T., Kasubdis Dalada, Kasubdisadalut, Aslog Danlantamal IV, Kolonel Laut (T), Cok Bagus Alit Y., S.T., Aslog Danguskamla, Kolonel Laut (T), I Negah S., Dansatgas Kapal BCM Kolonel Laut (T), Dody.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal galangan kapal tni al
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top