Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Joe Biden Mulai Bahas Stimulus Amerika Serikat Untuk Pertama Kalinya

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris bertemu Ketua DPR Nancy Pelosi dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumerdi Delaware, ketika anggota parlemen menegosiasikan anggaran pengeluaran untuk mencegah government shutdown.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 21 November 2020  |  13:07 WIB
Presiden terpilih AS Joe Biden manyapa pendukungnya di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\r\n
Presiden terpilih AS Joe Biden manyapa pendukungnya di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris bertemu Ketua DPR Nancy Pelosi dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumerdi Delaware, ketika parlemen tengah menegosiasikan anggaran pengeluaran untuk mencegah government shutdown dan memberikan bantuan penanganan virus Corona.

Dikutip dari Bloomberg Sabtu (21/11/2020), kehadiran presiden mengisyaratkan dia akan berusaha memperkuat hubungan antara Gedung Putih dan anggota parlemen Demokrat yang runtuh di bawah Presiden Donald Trump.

Trump sebagian besar menolak untuk bertemu dengan Kongres Demokrat selama setahun terakhir, alih-alih mengirim deputi seperti Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows untuk perundingan itu.

Acara di Delaware itu adalah pertemuan langsung pertama dengan para pemimpin Demokrat sejak September untuk Biden, yang telah mengadakan banyak pertemuan transisinya.

Pertemuan itu terjadi ketika mantan wakil presiden telah meningkatkan seruan kepada Kongres untuk meloloskan undang-undang stimulus virus Corona yang macet.

Nasib paket itu pada akhirnya bergantung pada dua pemilihan Senat putaran kedua di Georgia akhir bulan ini yang akan menentukan kendali majelis tinggi. Negosiator tidak dapat mencapai kesepakatan pada RUU sebelum pemilihan 3 November, meskipun Trump menyerukan Senat Republik untuk meningkatkan tawaran mereka.

Tapi Senat Republik yang sudah enggan menyetujui pengeluaran tam,ahan sebelum Hari Pemilu tampak berani dengan kinerja kandidat kongres mereka yang akan lebih baik dari perkiraan, meskipun Biden menang di atas tiket. GOP Senat mengatakan mereka akan mendukung US$ 500 miliar dalam stimulus, sementara Demokrat telah meminta tagihan penyelamatan sebesar US$ 2,4 triliun.

Juru bicara Biden Jen Psaki mengatakan bahwa tidak ada lagi ruang untuk penundaan pada bantuan darurat virus.

“Mereka sepakat bahwa perlu ada bantuan darurat dan bantuan selama sesi lumpuh untuk membantu keluarga, membantu usaha kecil,” kata Psaki seperti dikutip dari Bloomberg Sabtu (21/11/2020).

Sebelumnya, Pelosi mengatakan bahwa pembicaraan baru-baru ini dengan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell tidak menghasilkan terobosan. "Itu tidak terjadi, tapi mudah-mudahan akan terjadi," katanya.

Biden juga menguraikan agendanya selama 100 hari pertama masa kepresidenannya, termasuk mengambil tindakan agresif untuk menahan Covid-19 dan menyediakan sumber daya untuk pemulihan ekonomi.

Biden mengatakan dia telah membuat keputusan tentang siapa yang dia rencanakan untuk dinominasikan sebagai Menteri Keuangan, dan dia berharap untuk mengumumkan pilihan tersebut sebelum Thanksgiving.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stimulus senat as Covid-19 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top