Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar dan Infrastruktur Gas Harus Disiapkan, Mengapa?

Tantangan dalam meningkatkan produksi gas bukan lagi terkait soal ketersediaan cadangan, melainkan ketersediaan pasar.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 20 November 2020  |  17:17 WIB
Ilustrasi: PGN dapat pasokan gas bumi tambahan dari PHE Jambi Merang.  - Istimewa
Ilustrasi: PGN dapat pasokan gas bumi tambahan dari PHE Jambi Merang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia menilai pencapaian target produksi gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari pada 2030 perlu didukung oleh infrastruktur gas yang memadai.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mengatakan bahwa tantangan dalam meningkatkan produksi gas bukan lagi terkait soal ketersediaan cadangan, melainkan ketersediaan pasar.

"Gas itu unik karena butuh market. Begitu market berkembang, orang-orang hulu akan mengembangkan gas dengan harga yang kompetitif," ujar Hadi dalam diskusi daring Road to 1 Million BOPD and 12 BSCFD Gas in 2030, Jumat (20/11/2020).

Untuk mendorong pengembangan pasar gas, menurutnya, perlu didorong pembangunan infrastruktur distribusi gas dalam skala masif.

Dia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan gas yang luar biasa besar, sayangnya infrastruktur distribusi gas yang tersedia masih kurang memadai.

Seharusnya, pengembangan pipa gas juga harus didorong seperti pengembangan jalan tol yang begitu gencar dilakukan pemerintah. Ia yakin pengembangan infrastruktur gas ini juga akan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Pipa gas dari Jawa Barat ke Jawa Timur dari dulu sudah ada, tapi belum tersambung sampai sekarang. Bagaimana mau ngomongin pengiriman dari Lapangan Tangguh dan Bontang ke Jawa, tapi pipanya tidak ada," katanya.

Selain membangun infrastruktur, Hadi menilai pemerintah perlu memperbanyak pedagang gas bumi dan menertibkan pedagang gas bertingkat agar tidak terjadi monopoli di hilir migas. Selain itu, juga menerapkan open access atau penggunaan pipa gas bersama untuk membangkitkan kompetisi yang sehat sehingga akhirnya harga gas bisa lebih murah.

Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong menilai pemerintah memang perlu untuk menciptakan permintaan dan infrastruktur gas guna mencapai target pada 2030.

"Target 12 Bscfd itu kelihatannya tidak berdasarkan demand saat ini dan tidak berdasarkan demand yang bisa kita proyeksikan ke depan. Artinya, pemerintah harus ciptakan demand dan infrastruktur," kata Marjolijn.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas alam produksi gas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top