Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasikan Proyek Kawasan Industri Takalar, KBN Siap Cari Mitra

Kawasan industri Takalar rencananya dibangun di lahan 3.500 hektare dengan perincian 2.600 ha kawasan industri, 100 ha kawasan pelabuhan, 100 ha kawasan perumahan dan komersial, serta 45 ha menjadi kawasan golf.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 November 2020  |  17:52 WIB
Kawasan Berikat Nusantara (KBN)  - kbn.co.id
Kawasan Berikat Nusantara (KBN) - kbn.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pembangunan proyek Kawasan Industri Takalar di Sulawesi Selatan diyakini terus berlanjut. PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) siap bersinergi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah serta pihak terkait.

Direktur Utama KBN Alif Abadi menjelaskan bahwa sebagai pimpinan baru di perseroan, dirinya akan mempelajari kembali rencana proyek kawasan industri Takalar.

"Kami masih pelajari dan nanti akan menyiapkan program kerja dan rencana strategis ke depan, kami juga siap berkoordinasi dengan pemerintah serta pihak lainnya sebagai upaya bersinergi dalam rangka merealisasikan kawasan industri Takalar," ujarnya kepada wartawan seusai kegiatan pisah sambut direksi KBN, Kamis (19/11/2020).

Data perseroan mencatat bahwa KBN sedang mengembangkan Takalar Integrated Industrial Park (TIIP) di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Takalar dilewati oleh alur pelayaran internasional yakni alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) 2 dan lokasinya berdekatan dengan pelabuhan yang ada yakni hanya sekitar 25 kilometer.

TIIP merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan berkonsep industri multiklaster yang didukung oleh infrastruktur kawasan yang lengkap.

Kawasan industri itu rencananya dibangun di lahan 3.500 hektare dengan perincian 2.600 hektare untuk kawasan industri, 100 hektare kawasan pelabuhan, 100 hektare kawasan perumahan dan komersial, serta 45 hektare menjadi kawasan golf.

Sementara itu, di kawasan industri, lahan seluas 1.000 hektare nantinya dijadikan industri pengolahan logam bukan besi dan dikerjakan dalam beberapa tahap.

KBN menyebut sebanyak 50 perusahaan daur ulang asal China di bawah bendera CMRA telah menyatakan kesiapannya bergabung di kawasan industri baru ini. Nilai investasi yang bakal masuk diperkirakan mencapai Rp 40 triliun.

Nilai produksi dari industri pengolahan ini diperkirakan bisa mencapai Rp200 triliun per tahun setelah konstruksi selesai.

Investasi ini secara langsung bakal menyerap 5.000 tenaga kerja dan secara tidak langsung mendorong 10.000 orang bekerja di kawasan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri kawasan berikat nusantara
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top