Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dekati Target, Realisasi Penerimaan Bea Cukai hingga November Capai Rp175,96 Triliun

Berdasarkan jumlah ini, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat telah mencapai 85,55 persen per 17 November 2020, dari target yang ditetapkan sebesar Rp205,68 triliun.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 19 November 2020  |  13:50 WIB
Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi saat berbincang dengan media di Jakarta, Rabu (18/11/2020). - Dok. Bea Cukai
Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi saat berbincang dengan media di Jakarta, Rabu (18/11/2020). - Dok. Bea Cukai

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per 17 November 2020 mencapai Rp175,96 triliun.

Berdasarkan bahan paparan yang diterima Bisnis, Rabu (18/11/2020), realisasi tersebut tercatat mengalami peningkatan sebesar 5,08 persen, yang didorong oleh penerimaan cukai.

Berdasarkan jumlah ini, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat telah mencapai 85,55 persen per 17 November 2020, dari target yang ditetapkan sebesar Rp205,68 triliun.

Penerimaan cukai, sebagai penopang terbesar per 17 November 2020 telah mencapai Rp144,85 triliun, atau sebesar 84,12 persen dari total target sebesar Rp172,19 triliun.

Di tengah penerimaan pajak negara yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, penerimaan dari sisi kepabeanan dan cukai tetap mengalami pertumbuhan yang positif.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi optimistis ada tahun ini realisasi bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp205,68 triliun meskipun tengah dilanda pandemi Covid-19.

"Kurang lebih akan tercapai dari target. Seperti dilihat dari realisasi sampai pertengahan November ini saja mencapai sekitar 85 persen," ujarnya saat bincang-bincang dengan media di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, kenaikan harga komoditas sangat membantu penerimaan bea keluar saat pandemi seperti ini. Dia mencontohkan kontribusi penerimaan dari minyak sawit mentah (crude palm oil) meningkat karena ada kenaikan harga.  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyampaikan bahwa tingginya realiasi tersebut berhasil didorong oleh penerimaan cukai hasil tembakau yang naik tinggi.

Di sisi lain, Bisnis mencatat total pajak yang berhasil dikumpulkan pemerintah per September tercatat sebesar Rp750,6 triliun, baru mencapai 62,6 persen dari target. Pertumbuhannya pun turun 16,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dilihat dari turunannya, pajak migas mengalami kontraksi yang cukup dalam, yaitu 45,3 persen dibandingkan tahun lalu. Realisasi hingga September sebesar Rp23,6 triliun atau 74,2 persen dari target.

Sementara itu, penerimaan pajak nonmigas menurut Sri Mulyani masih relatif sesuai dengan yang diproyeksikan yakni sebesar sebesar Rp727 triliun, terkontraksi 15,4 persen dan baru mencapai 62,3 persen dari target sebesar Rp1.167 triliun.

Sehingga secara total per September 2020, total penerimaan perpajakan sebesar Rp892,4 triliun atau mencapai 63,5 persen dari target Rp1.404,5 triliun.

"Sebagian besar jenis pajak mengalami tekanan seiring dengan perlambatan kegiatan ekonomi dan meningkatnya pemanfaatan insentif dan restitusi pajak," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai sri mulyani dirjen bea dan cukai
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top