Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Properti Pergudangan di Inggris Tumbuh Tipis

Bisnis properti subsektor pergudangan atau properti logistik di Inggris diprediksi masih bakal tumbuh meskipun tipis hingga akhir tahun ini.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 18 November 2020  |  13:46 WIB
Ilustrasi pergudangan di Inggris./Bloomberg - Chris Ratcliffe
Ilustrasi pergudangan di Inggris./Bloomberg - Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA – Pasokan properti di Inggris secara keseluruhan terus berada di bawah tekanan, tetapi pergudangan atau properti logistik masih tumbuh tipis, ungkap agen properti Colliers International.

Menurut Colliers, mengingat kontraksi pasokan dan permintaan penghuni yang lebih baik dari yang dibayangkan sebelumnya, sewa tahunan untuk gudang distribusi diprediksi sekitar 1,2 persen tahun ini.

Secara khusus, London dan South East masih menikmati sisa pertumbuhan masa sebelumnya sehingga pertumbuhannya sewa tahunannya lebih tinggi, masing-masing 1,7 persen dan 1,8 persen.

Investor akan menerima pendapatan sewa jangka panjang dari gudang. Ini bisa menjadi taruhan yang berpotensi masuk akal bagi pembeli properti yang tidak yakin apakah properti ritel dan perkantoran akan mendapatkan lebih banyak permintaan setelah krisis virus selesai.

Permintaan gudang Inggris melonjak pada kuartal ketiga tahun ini, didorong oleh ledakan belanja online yang dipercepat selama pandemi.

Sebelumnya agen dan konsultan properti CBRE (Coldwell Banker Richard Ellis) mengemukakan pada kuartal III/2020 menyatakan pemilik gudang menyewakan 13,3 juta ft2 dalam 3 bulan terakhir hingga September.

Jumlah tersebut mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Menurut CBRE, pengecer yang beroperasi secara online menyumbang sepertiga dari permintaan secara keseluruhan.

"Pengisian ruang gudang selama 6 bulan terakhir hingga September melebihi total tahunan selama 8 dari 10 tahun terakhir," kata Jonathan Compton, direktur senior penelitian industri dan logistik Inggris di CBRE.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti inggris

Sumber : Evening Standard

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top