Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catat! Tidak Ada Tambahan Kapasitas PLTP Tahun Ini

Semula, terdapat tiga PLTP yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 16 November 2020  |  15:36 WIB
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Target penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 140 megawatt tahun ini diperkirakan tidak akan tercapai.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana mengatakan bahwa target penambahan kapasitas PLTP tahun ini akan bergeser ke tahun depan.  Hal ini disebabkan penyelesaian proyek mundur 2 bulan—3 bulan dari jadwal yang ditetapkan.

"Penambahan kapasitas di panas bumi pada 2020 ini nol. Target tadinya ada, tapi ini digeser ke tahun depan," ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (16/11/2020).

Semula, terdapat tiga PLTP yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada tahun ini. 

Pertama, adalah PLTP Sorik Marapi akan menambah kapasitas beroperasi sebesar 45 MW. Pembangunan ini dilakukan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power selaku pengembang yang akan menghubungkan Unit II PLTP Sorik Marapi sebesar 45 MW pada jaringan 150 kV PT PLN (Persero).

Kedua, PLTP Sokoria di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kapasitas 5 MW dari total 30 MW. PLTP Sokoria merupakan salah satu proyek strategis nasional dan menjadi bagian program 35.000 MW, maupun fast track programme (FTP) 10.000 MW tahap II yang digarap oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI).

PLTP ketiga, yang akan beroperasi, yakni PLTP Rantau Dedap Unit 1 dengan kapasitas 85 MW di Sumatra Barat. Nilai investasi untuk pembangunan pembangkit tersebut mencapai US$700 juta.

Sebelumnya, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Ida Nuryatin Finahari mengatakan  bahwa situasi pandemi membuat pengerjaan proyek PLTP sedikit terkendala, terutama mobilitas tenaga kerja karena harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Hingga akhir tahun lalu, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia telah mencapai 2.130,60 MW.  

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi pltp energi terbarukan
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top