Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Pariwisata Minta Pemerintah Cabut PSBB, Ini Komentar Kemenparekraf

Pelaku usaha sektor pariwisata, terutama sektor perhotelan, diminta fokus memanfaatkan kegiatan rapat-rapat yang dilakukan pemerintah selama masa PSBB diterapkan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 November 2020  |  22:10 WIB
GEDUNG SAPTA PESONA KEMENPAREKRAF Bisnis - Himawan L Nugraha
GEDUNG SAPTA PESONA KEMENPAREKRAF Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berharap para pelaku usaha industri pariwisata dapat memaksimalkan kegiatan bisnis tourism yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih berlangsung.

Menurut Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Santosa Sungkari, hal tersebut perlu dilakukan mengingat adanya selama masa PSBB penggunaan ballroom hotel untuk kegiatan seperti pernikahan berpotensi tidak diizinkan.

"Oleh karena itu, pelaku usaha pariwisata tidak bisa terlalu berharap dari kegiatan-kegiatan pernikahan menggunakan ballroom selama masa PSBB masih diterapkan," ujar Hari kepada Bisnis.com, Senin (16/11/2020).

Pelaku usaha sektor pariwisata, terutama sektor perhotelan, diminta fokus memanfaatkan kegiatan rapat-rapat yang dilakukan pemerintah selama masa PSBB diterapkan.

Hari mengatakan dampak dari kegiatan pemerintah terhadap pelaku usaha pariwisata akan difokuskan ke destinasi wisata paling terdampak Covid-19 antara lain Bali, Labuan Bajo, Lombok, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Diberitakan sebelumnya, Visit Wonderful Indonesia (VIWI), himpunan 18 asosiasi industri pariwisata nasional meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencabut status PSBB di DKI Jakarta. Selain itu, VIWI juga meminta pemerintah untuk tidak memberlakukan pembatasan pengunjung dan jam operasional tempat usaha.

Permintaan tersebut terkait dengan beragam kegiatan pengumpulan massa terlihat massif dan tidak ada sanksi tegas atas perilaku masyarakat di tengah terus tingginya peningkatan kasus Covid-19 serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata anies baswedan kemenparekraf Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top