Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Migas Masih Besar, Indonesia Krisis Energi?

Indonesia masih memiliki ketergantungan dari negara lain untuk komoditas liquefied petroleum gas (LPG) dan beberapa produk bensin.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 November 2020  |  19:45 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan tangki LPG milik Pertamina EP di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Dedhez Anggara
Pekerja menyelesaikan pembuatan tangki LPG milik Pertamina EP di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia masih mengimpor sejumlah komoditas minyak dan gas bumi dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan dari negara lain untuk komoditas liquefied petroleum gas (LPG) dan beberapa produk bensin.

Untuk LPG, katanya, rasio ketergantungan Indonesia untuk impor komoditas itu semakin meningkat setiap tahun. Pada tahun ini, rasio ketergantungan mencapai 300 persen. Di sisi lain, produksi dalam negeri terus merosot.

"Impor BBM dan LPG terus meningkat ini tanda krisis energi untuk dua komoditas ini. Cadangan dan sumber daya belum ditemukan signifikan, regulasi cadangan penyangga energi juga belum diteken presiden, impor minyak mentah masih cukup tinggi dan bergantung pada negara timur," katanya dalam webinar yang digelar Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia (Apmi), Kamis, (12/11/2020).

Lebih lanjut, tutur Djoko, kebutuhan Indonesia akan makin meningkat apabila nantinya seluruh kilang yang sedang dipersiapkan telah rampung.

Kebutuhan minyak mentah akan meningkat menjadi 1,8 juta barel pada saat kilang-kilang itu rampung, sedangkan pada saat ini produksi di dalam negeri hanya mencapai 700.000 barel per hari.

"Produksi kita minyak mentah turun, kebutuhan makin meningkat apalagi kalau bangun kilang baru," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi impor minyak
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top