Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Kilang Rampung, Impor Minyak Pertamina Diproyeksi Melonjak

Impor minyak mentah pertamina diproyeksikan melonjak pada level 700.000 hingga 800.000 bph pada 2030.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  19:09 WIB
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa -  Pertamina
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — Impor minyak mentah PT Pertamina (Persero) diproyeksikan meningkat pascarampungnya pembangunan dan pengembangan kilang.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa di satu sisi, pembangunan kilang minyak sangat diperlukan untuk menekan impor produk bahan bakar minyak (BBM). Namun, di sisi lain, pada saat pembangunan tersebut rampung, impor minyak mentah akan menjadi meningkat.

"Jadi, nilai impor yang kita proyeksi dengan asumsi tidak jalankan proyek kilang, impor BBM yang nambah dan kalau kita bangun impor crude yang naik," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (31/8/2020).

Berdasarkan data yang dipaparkan Pertamina, impor Pertamina akan meningkat menjadi 400.000 barel per hari (bph) pada 2024. Namun, pada 2026, impor minyak mentah pertamina diproyeksikan melonjak pada level 700.000 hingga 800.000 bph pada 2030.

Senior Vice President Corporate Strategic Growth Pertamina Daniel Purba mengatakan, Pertamina masih akan mengimpor minyak mentah sekitar 300.000—350.000 bph.

Untuk impor produk BBM, Pertamina masih akan mengimpor 200.000—250.000 bph sampai dengan beroperasinya kilang baru milik Pertamina yang akan beroperasi sebelum 2024.

Setelah 2025, impor BBM akan turun pada level 100.000 bph hingga 2030.

“Ketika Kilang Balikpapan operasi, impor crude akan naik sekitar 100.000 bph,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina impor minyak
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top