Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mendag : RCEP Bisa Genjot PDB Indonesia 0,05 Persen

RCEP diyakini bakal membuka akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia, termasuk meningkatkan kepesertaan Indonesia dalam rantai pasok global.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 November 2020  |  18:02 WIB
Mendag : RCEP Bisa Genjot PDB Indonesia 0,05 Persen
Petugas dibantu alat berat memindahan kontainer dari kapal ke atas truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/5). JIBI/Bisnis - Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bisa mendorong pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia sebesar 0,05 persen sepanjang 2021-2032.

Sebaliknya, produk domestik bruto (PDB) nasional bisa terkontraksi 0,07 persen jika Indonesia tak ikut serta dalam kesepakatan tersebut. 

“RCEP akan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional karena 29,6 persen pangsa pasar dunia ada di negara-negara peserta RCEP,” kata Agus dalam konferensi pers Rabu (11/11/2020).

Agus menjelaskan bahwa total PDB peserta RCEP mencakup 29 persen dari total PDB dunia dengan total investasi asing mencapai US$475,11 miliar atau 29,6 persen dari total investasi global yang mencapai US$1,62 triliun pada 2019 menurut data Bank Dunia.

Lebih lanjut, ia mengemukakan RCEP bakal membuka akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia. Termasuk meningkatkan kepesertaan Indonesia dalam rantai pasok global.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyebutkan bahwa perundingan RCEP telah resmi diselesaikan pada 11 November 2020 dan akan ditandatangani pada Minggu (15/11/2020).

Dia pun memastikan bahwa penandatangan tidak akan diikuti oleh India, tetapi negara peserta tetap membuka peluang untuk kepesertaan Negeri Bollywood pada masa mendatang.

India mengumumkan pengunduran dirinya dari perundingan pada November 2019 di tengah kekhawatiran bahwa pembukaan akses pasar yang diakomodasi dalam RCEP bakal memperbesar defisit neraca perdagangannya dengan China.

Tanpa India, RCEP bakal ditandatangani oleh 10 negara Asean beserta Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan internasional asean rcep
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top