Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Resesi, Eks Menkeu Chatib Basri Beberkan Proyeksi Ekonomi Kuartal IV

Mantan Menkeu era SBY ini memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mulai positif di kuartal I/ 2021. Kuartal IV/2020, ada kemungkinan ekonomi masih di zona negatif atau mendekati 0 persen.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 09 November 2020  |  10:24 WIB
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan kinerja ekonomi selama kuartal yang masih minus 3,49 persen. Kendati membaik dibandingkan kuartal II/2020, kinerja perekonomian tersebut masih di luar ekspektasi.

Sejumlah ekonom telah bersuara terkait capaian tersebut, termasuk mantan menteri keuangan Chatib Basri. Berikut pernyataan Chatib yang dikutip melalui akun twitternya.

Pertama, dia menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia mungkin akan menyerupai logo sepatu Nike mencapai titik terburuk kuartal 2/2020 lalu mulai membaik perlahan.

Kedua, Chatib menyebut tampaknya stimulus perlindungan sosial mampu mendorong konsumsi rumah tangga dan ini sangat membantu.

Bagaimana dengan investasi? Secara umum juga membaik, namun tetap harus hati-hati karena data investasi menunjukkan bahwa bangunan, mesin dan perlengkapan mengalami penurunan pertumbuhan.

"Ini mencerminkan bahwa sektor industri dan juga bangunan masih tertekan," cuit Chatib dikutip, Senin (9/11/2020).

Ketiga, Chatib memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mulai positif di kuartal I/ 2021. Kuartal IV/2020, ada kemungkinan ekonomi masih di zona negatif atau mendekati 0 persen.

Keempat, untuk prospek tahun 2021, pemerintah akan sangat tergantung bagaimana penanganan pandemi. Menurutnya porsi terbesar dari konsumsi rumah tangga adalah kelas menengah atas. Kelas menengah atas akan cenderung menabung dan enggan konsumsi jika situasi pandemi belum baik.

Kelima, eks menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyebutkan bahwa tanpa permintaan meningkat, investasi juga masih akan sulit. Keputusan menambah investasi juga tergantung sejauh mana kapasitas terpasang itu terpakai.

Dalam kondisi pandemi terjadi, kata dia ekonomi tidak akan mungkin beroperasi 100 persen karena adanya protokol kesehatan. "Game changer-nya adalah vaksin. Tetapi pemerintah juga harus bersiap seandainya proses vaksin memakan waktu, termasuk distribusinya," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chatib basri Resesi ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top