Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Larang Peringati Perang Dunia ke-II, Pusat Grosir Amazon Terancam Boikot

Whole Food Market meminta staf perusahaan untuk tidak mengenakan bunga merah yang biasa dilakukan orang Kanada dalam menyambut peringatan berakhirnya Perang Dunia ke-II pada 11 November mendatang.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 07 November 2020  |  12:07 WIB
Truk Amazon di fasilitas Fullfillment Center di Baltimore, AS -  Bloomberg/Andrew Harrer
Truk Amazon di fasilitas Fullfillment Center di Baltimore, AS - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Whole Food Market, pusat grosir milik Amazon.com Inc., mencabut larangan mengenakan bunga poppy sebagai simbol penghormatan bagi pahlawan yang gugur pada Perang Dunia ke-II terhadap staf asal Kanada. 

Mengutip Bloomberg, Sabtu (7/11/2020), sebelumnya Whole Food Market meminta staf perusahaan untuk tidak mengenakan bunga merah tersebut. Pemasangan bunga tersebut biasa dilakukan orang Kanada dalam menyambut peringatan berakhirnya Perang Dunia ke-II pada 11 November mendatang.

Menanggapi perihal pelarangan tersebut, politisi dari berbagai partai dan level pemerintahan mengecam Whole Food Market lewat media sosial.

Pengecaman tersebut menjadi trending topic di Twitter dengan hashtag #LestWeForget serta menyerukan panggilan untuk melakukan boikot.

Juru Bicara Whole Food Market Rachel Malish menyatakan perusahaan mencabut larangan mengenakan bunga poppy sebagai simbol peringatan sejarah berakhirnya Perang Dunia ke-II.

"Kami tidak pernah bermaksud melarang pengenaan bunga poppy ataupun cenderung tidak mendukung peringatan hari bersejarah tersebut beserta para pahlawan yang telah berani melayani negara. Belajar dari pengalaman ini, perusahaan mengizinkan para staf mengenakan bunga poppy untuk memperingati hari bersejarah ini," ujar Malish.

Namun, kegaduhan akibat pelarangan tersebut terjadi di level tertinggi pemerintah Kanada. Para anggota parlemen Kanada sudah mengajukan tiga mosi terkait dengan isu tersebut.

Selain meminta pemilik perusahaan di Kanada untuk mengizinkan para staf mengenakan bunga poppy, mereka mengecam kebijakan Whole Food Market dan mengundang Chief Executive Officer (CEO) perusahaan, John Mackey, untuk memberikan penjelasan di gedung parlemen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amazon perang dunia ii
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top