Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pandemi Covid-19 Bikin 1.800 Pekerja Pabrik Sepatu di Tangerang Kena PHK

Firman Bakrie mengatakan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekspor telah menurunkan permintaan di industri sepatu Tanah Air, termasuk yang berlokasi di Kabupaten Tangerang.
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. /Ilustrasi-Bisnis.com-WD
Pekerja pabrik menyelesaikan proses produksi sepatu. /Ilustrasi-Bisnis.com-WD

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 terhadap pasar ekspor global menjadi penyebab utama atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami oleh sekitar 1.800 pekerja di pabrik sepatu Kabupaten Tangerang.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekspor telah menurunkan permintaan di industri sepatu Tanah Air, termasuk yang berlokasi di Kabupaten Tangerang.

"Kebetulan industri yang di Tangerang orientasinya ekspor. Jadi, dampaknya tidak bisa dihindari setelah penurunan terjadi di dua sisi, baik dari kuantitas maupun nilai," ujar Firman kepada Bisnis.com, Sabtu (7/11/2020).

Dia menjelaskan, target pertumbuhan ekspor untuk industri sepatu di Indonesia masih jauh dari patokan awal, yakni baru 7 persen pada September 2020, sedangkan target tahunan yang diestimasikan pada akhir 2019 lalu adalah lebih dari 13 persen.

Kendati sampai dengan September 2020 kondisinya jauh lebih baik dari periode Mei-Juli 2020, belum ada order anyar yang masuk untuk pasar ekspor, tapi belum 100 persen pulih.

Adanya selisih yang cukup jomplang antara target tahunan dengan realisasi sampai dengan September dikatakan menyebabkan terjadinya  kelebihan kapasitas.

Firman mengakui, sebagai bagian industri padat karya, kondisi tersebut membuat beban industri untuk mengongkosi tenaga kerja sangat besar.

"Maka dari itu, beberapa perusahaan di industri sepatu melakukan efisiensi," lanjutnya.

Sebagai informasi, ekspor sepatu RI sempat mengalami pertumbuhan cukup tinggi pada April 2020, yakni mencapai 15 persen. Namun, penurunan drastis kemudian menyusul pada periode Mei-Juli akibat terdampak pandemi.

Kendati terpuruk, Firman optimistis ekspor sepatu di Indonesia dapat tumbuh positif di kisaran 5-10 persen sampai dengan akhir tahun. Target tersebut cukup jauh dari estimasi tahun lalu, yakni lebih dari 13 persen.

Adapun, industri sepatu Tanah Air masih menargetkan pasar-pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan beberapa negara di Asia sebagai basis tujuan ekspor.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper