Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Masuk Jurang Resesi, Tapi Sektor-Sektor Ini Bertumbuh

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyampaikan, kendati masih dalam zona negatif, perekonomian Indonesia sudah berada dalam fase pemulihan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 05 November 2020  |  18:16 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia resmi memasuki masa resesi ekonomi. Hal ini ditandai dengan kontraksi negatif Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal terakhir.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III/2020, PDB Indonesia turun 3,49 persen secara tahunan. Pada kuartal sebelumnya PDB Indonesia juga pada posisi negatif, yakni minus 5,32 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menyampaikan, kendati masih dalam zona negatif, perekonomian Indonesia sudah berada dalam fase pemulihan. Indikatornya adalah secara kuartalan, semua sektor telah menunjukan pertumbuhan.

Year-on-year masih ada yang merah tapi kita melihat masih ada kuartal empat,” katanya dalam konferensi pers secara virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan data yang dia tampilkan, secara tahunan, pertumbuhan tertinggi di alami oleh sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Sektor ini naik 15,33 persen secara tahunan, di mana kuartal sebelumnya hanya naik satu digit, atau 3,71 persen.

Kemudian sektor yang berhasil tumbuh secara tahunan setelah pada kuartal sebelumnya berada dalam zona negatif adalah administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib. Sektor ini tumbuh 1,86 persen, di mana kuartal sebelumnya turun 3,22 persen.

Sementara itu, sektor lain yang masih tumbuh positif di tengah masa resesi adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan; pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang; informasi dan komunikasi; real estate; serta jasa pendidikan.

Kendati dalam zona hijau, hampir semua sektor mengalami perlambatan pertumbuhan, kecuali pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang; jasa pendidikan; serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Adapun secara kuartalan, sektor transportasi dan pergudangan mencatat lompatan pertumbuhan tertinggi. Setelah terkoreksi negatif 29,22 persen, pada kuartal III/2020 pertumbuhannya melesat 24,28 persen.

Selanjutnya diikuti oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 14,79 persen secara kuartalan pada kuartal III/2020. Triwulan sebelumnya sektor ini merosot 22,31 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi airlangga hartarto Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top