Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Akan Alihkan 2.130 PLTD Jadi Pembangkit EBT

Ada 5.200 unit PLTD yang terpasang dan tersebar 2.130 di lokasi akan dikonversi menjadi pembangkit EBT dengan total konversi sampai 2 gigawatt.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 02 November 2020  |  15:42 WIB
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Badan Litbang Kementerian ESDM memulai kajian kelayakan pemanfaatan minyak nabati murni (crude palm oil/CPO) untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga Desember 2020. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana untuk mengonversi 2.130 pembangkit listrik tenaga diesel menjadi pembangkit yang menggunakan energi baru dan terbarukan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan bahwa akan ada 5.200 mesin PLTD yang terpasang dan tersebar 2.130 di lokasi di Indonesia akan dikonversi menjadi pembangkit EBT dengan total konversi sampai 2 gigawatt (GW).

Dia mengatakan bahwa proses konversi akan dibagi menjadi tiga tahapan. Pada tahap pertama PLN akan mengonversi sebanyak 200 lokasi PLTD dengan kapasitas 225 megawatt (MW).

Sementara itu, pada tahap kedua konversi PLTD yang dilakukan dengan kapasitas 500 MW, serta pada tahap ketiga dengan kapasitas 1.300 MW.

"Langkah ini juga jadi eksplorasi sumber EBT di daerah setempat dan mempehitungkan pasokan di wilayah tersebut," ujarnya dalam webinar yang digelar pada Senin (2/11/2020).

Dia mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 40 tahun PLTD beroperasi, biaya yang dikeluarkan cukup tinggi mengingat harga bahan bakar serta kendala geografis. Hal itu turut menjadi faktor yang membuat sejumlah titik tidak dapat teraliri listrik selama 24 jam.

Menurutnya, program konversi ini akan memberi dampak yang cukup besar terhadap masyarakat untuk bisa mendapatkan aliran listrik yang lebih lama.

Selain itu, PLN dapat lebih menghemat biaya pokok yang dikeluarkan dengan mengurangi konsumsi bahan bakar yang masih harus diimpor.

"Konversi PLTD ke pembangkit berbasis EBT merupakan langkah paling masif dalam sejarah PLN. Ini jadi gerakan PLN untuk kurangi belanja di sektor BBM yang sebagian besar masih impor," jelasnya.

Direktur Mega Proyek PLN Ikhsan Asaad menjelaskan bahwa nantinya pembangkit yang dikonversi tersebut akan seluruhnya memanfaatkan EBT, bukan menggunakan sistem hybrid.

Dia menjelaskan bahwa kriteria PLTD yang akan dikonversi adalah pembangkit yang sudah berusia 15 tahun, lokasi yang terpencil, dan memiliki biaya pokok produksi yang tinggi.

"Sampai 2025, target 200 lokasi ini akan kita mulai lelangnya pada akhir Desember ini. Kemudian selesai kira-kira commercial of date pada 2022 butuh setahun ya," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik energi terbarukan pltd
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top