Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemilik Properti Hong Kong Terima Pengurangan Harga

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, bisnis properti Hong Kong terpuruk. Transaksi perkantoran dan ritel sebenarnya mulai naik, tetapi disertai dengan pengurangan sewa.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  20:49 WIB
Gemelap properti Hong Kong pada malam hari./Bloomberg - Paul Yeung
Gemelap properti Hong Kong pada malam hari./Bloomberg - Paul Yeung

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa jenis subsektor properti di Hong Kong sebenarnya mulai pulih meski secara umum tertekan bukan hanya oleh pandemi Covid-19, tetapi juga kondisi politik.

Menurut konsultan properti Savills, gelombang ketiga kasus Covid memang menunda pemulihan bisnis properti, tetapi volume transaksi komersial di kantor dan pasar ritel sebenarnya sedikit pulih pada Juli dan Agustus, dengan lebih banyak pemilik properti bersedia menerima pengurangan harga.

Meski demikian, tarif sewa kantor Grade A kini mengalami penurunan terpanjang sejak krisis keuangan global, dengan sewa keseluruhan dan di wilayah Central turun masing-masing 3,4 persen dan 5,0 persen qtq pada kuartal III/2020.

Tingkat kekosongan kantor Grade A secara keseluruhan meningkat menjadi 6,82 persen pada September (4,03 juta ft2 net) dari 6,02 persen pada Juni (3,55 juta ft2 net), dengan tingkat kekosongan kantor di wilayah Central meningkat dari 5,6 persen pada kuartal II menjadi 6,8 persen pada kuartal III/2020.

Lebih banyak pengguna akhir terlihat di pasar kantor Grade A di Pulau Hong Kong, tetapi sebagian besar mencari space dengan potongan harga, dengan beberapa pengelola properti menghadapi kesulitan keuangan sehingga bersedia menerima penawaran.

Sementara itu, properti ritel kelas atas terus menderita, tetapi pengecer di segmen makanan dan minuman, kosmetik dengan harga menengah, dan produk kesehatan aktif di pasar karena pemilik properti ritel memangkas harga sewa 40 persen hingga 50 persen dibandingkan dengan tarif sewa yang disepakati 3 tahun lalu.

Transaksi di kawasan ritel utama jarang terjadi dengan harga sedikit mengalami penyesuaian hingga 4,7 persen pada kuartal III/2020.

Untuk permintaan properti logistik atau pergudangan, bertahan berkat peningkatan permintaan akan kebutuhan dan ritel online. “Kami melihat peningkatan jumlah pembaruan dan konsolidasi sewa di gudang modern karena pemilik properti menjadi lebih fleksibel dalam negosiasi sewa,” kata Simon Smith, Senior Director Head of Research Savills Asia Pasifik.

Lebih banyak investor jangka panjang memasuki pasar karena hasil yang relatif tinggi dan stabil yang ditawarkan oleh properti industri dan volume penjualan terus meningkat dengan 336 transaksi yang terdaftar pada Juli dan Agustus, sudah 15 persen lebih tinggi daripada realisasi kuartal II.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti hong kong
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top