Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

International Halal Tourism Summit: Menunggu Kebangkitan Wisata Ramah Muslim Pascapandemi

Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) mengusung acara The 2nd International Halal Tourism Summit (IHTS) yang berlangsung dalam gelaran The 7th Indonesia Sharia Economic Festival (7th ISEF) 2020. 
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  19:16 WIB
Hotel syariah sebagai salah satu penunjang wisata ramah muslim atau wisata halal di Indonesia  -  ilustrasi
Hotel syariah sebagai salah satu penunjang wisata ramah muslim atau wisata halal di Indonesia - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan bagi industri tour and travel, termasuk wisata ramah muslim di Indonesia. Menurunnya angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, telah membuat geliat bisnis pariwisata dilanda krisis.

Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) mengusung acara The 2nd International Halal Tourism Summit (IHTS) yang berlangsung dalam gelaran The 7th Indonesia Sharia Economic Festival (7th ISEF) 2020. 

Ketua Umum PPHI Riyanto Sofyan mengatakan pelaku wisata ramah muslim di Indonesia juga turut merasakan dampak krisis hebat akibat pandemi Covid-19.

"Selain pendapatan yang berkurang, sebagian usaha perjalanan wisata, penginapan ramah muslim, hingga restoran dan destinasi wisata harus tutup operasional dalam jangka waktu lama," katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Selasa (27/9/2020).

Dia mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan bersama panitia ISEF 2020 dan Bank Indonesia, misalnya pameran virtual bagi pelaku usaha wisata, diskusi dengan pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia, serta sharing business dengan banyak pelaku usaha.

Panitia Pelaksana IHTS 2020 dan The 7th ISEF 2020 juga melaksanakan konferensi internasional yang bertajuk “Strategic Innovation for Sustainable Muslim Friendly Tourism”. Acara tersebut bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Konferensi internasional ini akan dilaksanakan secara virtual melalui laman www.isef.co.id dan terbuka untuk publik.

"Pelaksanaan konferensi internasional yang kedua ini merupakan komitmen PPHI dalam menebarkan semangat optimisme bagi para pelaku pariwisata, khususnya pariwisata ramah muslim di Indonesia," ungkapnya.

Ketua pelaksana IHTS 2020 Noveri Maulana mengatakan pelaksanaan konferensi internasional ini sekaligus ingin mengembalikan semangat kebangkitan industri pariwisata halal di Indonesia.

“Kami berharap pelaku usaha bisa mendapat banyak insight bisnis dan strategi terkait pengembangan usaha di bidang industri pariwisata halal di Indonesia," jelasnya.

Pada Konferensi Internasional Pariwisata Halal tahun ini, akan hadir beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri, yaitu Reem Elshafaki (Senior Associate Dinarstandard – USA), Ufuk Secgin (Chief Marketing Officer HalalBooking.com – Inggris), Mikhail Melvin Goh (Chief Operating Officer Have Halal Will Travel – Singapur), dan Riyanto Sofyan (Chairman PPHI & Chairman SofyanCorp – Indonesia).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata WISATA HALAL Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top