Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Perluas Penerimaan Sertifikat Halal di Pasar Global

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pemerintah terus berupaya agar sertifikat halal Indonesia diterima di berbagai negara tujuan ekspor. Diterimanya sertifikat RI diharapkan bisa mendorong ekspor produk halal dan menambah daya saing.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  16:10 WIB
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adalah sebuah badan yang terbentuk dibawah naungan Kementerian Agama. Halal.go.id
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adalah sebuah badan yang terbentuk dibawah naungan Kementerian Agama. Halal.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan pemerintah terus berupaya agar sertifikat halal Indonesia diterima di berbagai negara tujuan ekspor. Diterimanya sertifikat RI diharapkan bisa mendorong ekspor produk halal dan menambah daya saing.

“Kami terus berupaya agar sertifikat halal yang diterbitkan Indonesia bisa diterima di seluruh tujuan ekspor. Ini penting sekali, kalau tidak diterima eksportir harus melakukan resertifikasi,” kata Agus dalam webinar bertajuk ‘Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia’ pada Sabtu (24/10/2020).

Resertifikasi disebut Agus bakal membuat eksportir RI merogoh biaya yang lebih besar untuk pengiriman produk ke luar negeri. Hal ini dikhawatirkan bakal berdampak pada harga dan daya saing produk di negara tujuan ekspor. “Ini menyebabkan Indonesia kalah bersaing.”

Oleh karena itu, Agus mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan negosiasi perdagangan untuk menambah akses pasar produk halal Indonesia.

Negosiasi ini pun diharapkan membuka serangkaian hambatan teknis maupun nonteknis yang menghambat masuknya produk halal.

Dia menyebutkan terdapat banyak perundingan dagang yang masih berlangsung melibatkan negara-negara dengan penduduk muslim yang besar, di antaranya adalah negosiasi dengan Turki, Tunisia, Bangladesh, Iran, Maroko, dan beberapa negara Eurasia.

“Ini merupakan pasar potensial produk halal Indonesia,” katanya.

Di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia tercatat telah menjalin kerja sama perdagangan dengan Pakistan, Mozambik, Palestina, dan Malaysia serta Brunei Darussalam dalam kerangkan Asean.

Dengan total anggota mencapai 57 negara dan populasi mencapai 1,86 miliar, Agus mengatakan negara-negara OKI merupakan pasar yang besar bagi produk halal Indonesia. Ekspor produk Indonesia ke negara OKI tercatat mencapai US$10,94 miliar dengan neraca dagang surplus senilai US$2,2 miliar.

Meski menikmati surplus ke negara-negara OKI, Agus mengatakan Indonesia belum cukup berperan maksimal sebagai kiblat produk halal dunia, terutama untuk produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. Berdasarkan catatannya, pangsa pasar untuk ketiga produk tersebut masih berada di bawah Brasil, Prancis, Thailand dan Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sertifikat tanah oki
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top