Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

1 Tahun Jokowi-Ma'ruf: 1 Bendungan Diresmikan, 5 Lagi Segera Menyusul

Salah satu infrastruktur dasar yang dibangun pemerintah adalah pendukung ketahanan air dan pangan nasional, melalui pembangunan bendungan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  23:03 WIB
Bendungan Tapin, salah satu bendungan yang pengerjaannya dilakukan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) -  Dok. Istimewa
Bendungan Tapin, salah satu bendungan yang pengerjaannya dilakukan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejak menjabat pada 20 Oktober 2019 lalu, pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin terus mendorong pembangunan infrastruktur nasional.

Salah satu infrastruktur dasar yang dibangun adalah pendukung ketahanan air dan pangan nasional, melalui pembangunan bendungan.

Bisnis mencatat selama setahun terakhir, Jokowi telah meresmikan 1 proyek bendungan yaitu pada 31 Desember 2019 yakni Bendungan Kamijoro di Kulon Progo, Yogyakarta.

Bendungan ini menyuplai air irigasi Daerah Irigasi Pijenan sebesar 2,5 meter kubik/detik untuk luas areal sawah 2.370 ha di Kabupaten Bantul dan peningkatan intensitas tanam dari 205 persen jadi 270 persen.

Selain itu, Bendung Kamijoro juga berfungsi menyuplai air baku sebesar 500 liter per detik ke Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo dan kawasan industri di Kulonprogo.

Sementara itu ada 5 proyek bendungan lainnya yang segera beroperasi dan menunggu peresmian Presiden Jokowi.

Pertama, Bendungan Sindang Heula di Serang, Banten. Proyek ini telah sampai pada tahap pengisian air atau impounding sejak November 2019. Proyek ini dibangun oleh PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) dengan total nilai kontrak Rp458 miliar.

Bendungan dengan kapasitas tampung mencapai 9,26 juta meter kubik per detik ini diharapkan memberi sejumlah manfaat di antaranya, memenuhi kebutuhan irigasi ke sekitar 1.000 hektare sawah, mereduksi banjir hingga 50.000 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku 0,80 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan ini juga berpotensi menjadi objek wisata baru di Serang.

Kedua, Bendungan Paselloreng di Wajo Sulawesi Selatan. Bendungan ini telah rampung 100 persen konstruksinya dengan luas genangan 1.892 hektare dan kapasitas tampung 138 juta m3 untuk mengairi 8.510 hektare sawah.

Pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, – PT Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan biaya konstruksi Rp753,4 miliar.

Ketiga, Bendungan Tukul si Jawa Timur, akan rampung pengerjaannya pada Desember 2020. Bendungan ini memiliki daya tampung 8.68 juta meter kubik diproyeksikan untuk untuk mensuplai irigasi seluas 600 hektare dan air baku 300 liter per detik.

Pembangunan bendungan Tukul dimulai sejak 2013 dengan kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) dan biaya konstruksi sebesar Rp904 miliar.

Keempat, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan. Proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2020 mendatang. Kontraktor pelaksana proyek ini adalah Konsorsium PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 56,77 meter kubik. Layanan irigasi yang diberikan utamanya di Kabupaten Tapin sebesar 5.472 hektar.

Kelima, Bendungan Napun Gete yang berada di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek senilai Rp880 miliar ini dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero).

Rencananya bendungan ini sudah dapat dilakukan pengisian air (impounding) pada Desember 2020. Diharapkan dengan selesainya bendungan ini nanti dapat mengurangi kerentanan ekonomi akibat kelangkaan air di wilayah setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur bendungan 1 tahun jokowi-ma'ruf
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top