Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebutuhan Sangat Besar, Ini Strategi Kemandirian Pengadaan Vaksin-19

Kebutuhan vaksin yang begitu banyak sulit terpenuhi dari luar sehingga perlu pengembangan vaksin secara mandiri. Transfer teknologi menjadi strategi jangka pendek penyediaan vaksin Covid-19.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  05:30 WIB
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19 pada (10/4/2020). - Antara
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19 pada (10/4/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kebutuhan vaksin yang begitu banyak sulit terpenuhi dari luar sehingga perlu pengembangan vaksin secara mandiri. Transfer teknologi menjadi strategi jangka pendek penyediaan vaksin Covid-19.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan bahwa diperlukan vaksinasi, paling tidak untuk 173 juta penduduk Indonesia untuk menciptakan kekebalan populasi (herd immunity).

Apalagi, jika diperlukan dua kali suntikan vaksin maka kebutuhan vaksin akan menjadi sekitar 346 juta ampul vaksin. "Itu merupakan jumlah yang banyak. Kebutuhan vaksin tersebut tidak mungkin bisa terpenuhi dari luar sehingga perlu pengembangan vaksin secara mandiri," katanya seperti dikutip Antara, Rabu (14/10/2020).

Eijkman mengembangkan vaksin dengan platform subunit protein rekombinan. Antibodi yang dihasilkan setelah vaksinasi akan bekerja untuk mencegah terjadinya penempelan virus pada sel manusia, dan pelepasan materi genetik virus ke dalam sel manusia.

"Kita melihat kapasitas produksi vaksin baik dunia maupun di Indonesia seberapa besar karena kapasitas produksi di dunia pun hanya kurang lebih separuh dari jumlah penduduk dunia hanya sekitar tiga miliar vaksin untuk tujuh miliar penduduk. Nah, tentunya melihat situasi seperti ini Indonesia tidak bisa tergantung pada luar negeri," ujarnya.

Adapun PT Bio Farma melakukan transfer teknologi dan mendukung kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin Covid-19 sebagai strategi dalam penyediaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat Indonesia.

"Kami punya strategi jangka pendek, yang mana kami melakukan transfer teknologi proses hilir dan untuk capacity building [pembangunan kapasitas] dari mitra, kami kerja sama dengan Sinovac China, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI)," kata Neni Nurainy, Divisi Penelitian dan Pengembangan PT Bio Farma dalam seminar virtual Vaksin Merah Putih: Tantangan dan Harapan, Rabu (14/10/2020).

Sementara untuk strategi jangka menengah dan jangka panjang, maka harus ada pengembangan vaksin dari proses hulu. Itu diperlukan untuk kesiapan Indonesia dan kemandirian pengembangan sumber daya dalam mengembangkan vaksin Merah Putih.

Pengembangan vaksin dari proses hulu itu didukung dengan dibentuknya konsorsium vaksin Covid-19 nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eijkman bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top