Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bersama Bill Gates, 16 Perusahaan Farmasi Sepakat Buka Akses Vaksin Covid-19

Sebanyak 16 perusahaan farmasi serta Bill & Melinda Gates Foundation bersepakat untuk memastikan semua orang di mana pun memiliki akses ke potensi inovasi perusahaan, termasuk vaksin Covid-19.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  20:29 WIB
Bersama Bill Gates, 16 Perusahaan Farmasi Sepakat Buka Akses Vaksin Covid-19
Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 16 perusahaan farmasi serta Bill & Melinda Gates Foundation bersepakat untuk memastikan semua orang di mana pun memiliki akses ke potensi inovasi perusahaan, termasuk vaksin Covid-19.

Selain itu, mereka bersepakat meminta pemerintah, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bergabung dan membantu mempercepat akhir pandemi.

Kesepakatan ditandatangani pada Rabu (30/9/2020) oleh para CEO perusahaan, yakni AstraZeneca, Bayer, bioMérieux, Boehringer Ingelheim, Bristol Myers Squibb, Eisai, Eli Lilly, Gilead, GSK, Johnson & Johnson, Merck & Co. (di luar AS dan Kanada), Merck KGaA (Jerman), Novartis, Pfizer, Roche, dan Sanofi, serta Bill Gates dan Melinda Gates selaku co-chair Bill & Melinda Gates Foundation.

Mereka setuju untuk mengikuti serangkaian lima prinsip khusus yang diuraikan dalam komunike untuk memastikan akses global ke vaksin potensial, terapeutik, dan diagnostik yang dapat membantu mempercepat akhir pandemi.

“Johnson & Johnson berdiri berdampingan dengan rekan-rekan kami dan Bill & Melinda Gates Foundation dalam komitmen untuk akses global yang adil ke obat-obatan dan inovasi yang sedang dikembangkan untuk melawan pandemi Covid-19,” kata Alex Gorsky, Ketua dan CEO Johnson & Johnson seperti dikutip dalam keterangan pers, Jumat (2/10/2020).

Sebagai bagian dari komitmen, Johnson & Johnson berencana untuk mengalokasikan hingga 500 juta dosis vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dengan pengiriman mulai pertengahan 2021.

Berikut ini beberapa poin Communique on Expanded Global Access.

1. Setiap perusahaan telah setuju untuk mengikuti serangkaian lima prinsip khusus yang diuraikan dalam komunike untuk membantu memastikan akses global ke vaksin potensial, terapeutik dan diagnostik yang dapat membantu mempercepat akhir pandemi.

2. Setiap perusahaan berjanji untuk membuat produk mereka terjangkau oleh negara-negara berpenghasilan rendah. Setiap perusahaan akan memiliki pendekatannya sendiri untuk memastikan bahwa tujuan ini tercapai, solusinya dapat mencakup donasi, pasokan nirlaba atau harga berjenjang berbasis ekuitas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan suatu negara.

3. Komunike tersebut membutuhkan representasi yang lebih beragam di semua tingkat inovasi. Untuk membuat potensi diagnosis, terapi, dan vaksin Covid-19 yang dapat memenuhi kebutuhan populasi di seluruh dunia, perusahaan penandatanganan telah setuju untuk memperluas keragaman uji klinis.

4. Kesepakatan bertujuan untuk membangun dan memelihara kepercayaan terhadap inovasi yang dikembangkan perusahaan. Keselamatan adalah prioritas tertinggi, itulah sebabnya perusahaan penandatangan telah setuju untuk mematuhi standar ilmiah dan etika yang paling ketat dalam pengembangan produk dan proses manufaktur mereka, serta dalam mekanisme persetujuan untuk diagnosis potensial, terapeutik dan vaksin dengan memastikan keamanan yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bill gates Vaksin Covid-19 Jhonson & Jhonson
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top