Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Untuk Lulusan STAN, Sri Mulyani Ingatkan Jangan Tergoda Uang Sogokan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan wisudawan PKN STAN yang akan bekerja mengelola keuangan negara agar meningkatkan integritas dalam rangka menahan adanya godaan dari uang atau sogokan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  13:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada media tentang Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kepada seluruh wisudawan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar tidak tergoda dengan uang karena banyak pejabat yang tergelincir dari karirnya karena sogokan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan wisudawan PKN STAN yang akan bekerja mengelola keuangan negara agar meningkatkan integritas dalam rangka menahan adanya godaan dari uang atau sogokan.

Upaya ini harus dilakukan karena wisudawan PKN STAN akan menjadi Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang mengatur keuangan negara. Uang negara ini merupakan uang rakyat sehingga harus dikelola secara hati-hati dan kredibel.

"Uang adalah godaan yang besar karena dia bisa menjadi sarana dalam kita mencapai tujuan,” kata Sri Mulyani dalam acara Wisuda PKN STAN, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, Sri Mulyani berharap para lulusan PKN agar tetap berdoa agar dihindarkan dari godaan 'uang panas'.

“Kalau kalian makhluk beragama dan pasti berdoa, ingatkan diri kalian sendiri 'Ya Allah, Ya Tuhan jagalah hati dan pikiran saya untuk tetap tidak tergoda kepada uang',” sambungnya.

Sri juga mengimbau agar lulusan PKN jangan menjadi generasi yang negatif dan berkeluh kesah. Dalam perjalanan hidup, apabila ada kekurangan harus segera diperbaiki.

“Jangan mengeluh, ngomel, apalagi caci maki apalagi di media sosial. Jadilah generasi kritis tanpa sisnis. Berpikiran positif yang kosntruktif bukan destruktif,” katanya.

Sri menjelaskan bahwa di tangan generasi muda perbaikan bakal terus berjalan. Para lulusan angkatan XXXI ini harus percaya tidak ada negara di dunia ini yang sempurna.

“Tidak ada negara di dunia ini yang tidak ada masalah. Saya tahu itu karena saya pernah jadi managing director dari Bank Dunia dan mengunjungi ratusan negara di dunia,” jelasnya.

Oleh karena itu, Sri mengajak generasi muda khususnya lulusan STAN untuk selalu berpikiran optimistis. Lalu jangan menjelekkan negara sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top