Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Tak Pergi, Begini Pasar Perumahan Versi Pengembang

Pengembang membidik pasar end user untuk melepas hunian yang mereka bangun. End user umumnya mencari harga yang masih murah meski berada di kawasan yang baru dibangun dengan harapan kelak didukung banyak fasilitas.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  20:39 WIB
Ilustrasi perumahan bersubsidi./Antara - Nova Wahyudi
Ilustrasi perumahan bersubsidi./Antara - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Hingga akhir kuartal III tahun ini, minat masyarakat untuk membeli rumah tetap ada meski pandemi Covid-19 belum usai.

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus menuturkan untuk segmen peminat pembelian rumah hingga saat ini masih tinggi, khususnya di segmen end user dengan rentang harga di bawah Rp1 miliar.

"End user umumnya mencari harga yang masih murah meski berada di kawasan yang baru akan dibangun dengan harapan di kemudian hari didukung banyak fasilitas. Selain itu, yang penting harga rumah tersebut bisa diangsur dan uang mukanya," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (14/10/2020).

Mendekati akhir 2020, developer baru maupun lama mulai berlomba menawarkan unit bangunan di kawasan baru.

"Harga perolehan tanah yang masih murah serta bebas berkreasi membuat theme park bernuansa hijau dengan infrastruktur yang berbiaya murah digandrungi pasar properti pada masa pandemi ini," ujar Alvin.

Adapun lokasi tersebut tersebar di sekitar Tangerang Selatan, Serpong, Tenjo, Maja, Cikupa, Bekasi, dan Bogor.

Sementara itu, Direktur PT Ciputra Development Tbk Harun Hajadi berpendapat seluruh segmen kurang lebih sama performance-nya.

"Pada Agustus dan September sudah bagus, tetapi Juli masih jelek. Secara umum kelihatan ada tren perbaikan. Pada Oktober kelihatan ada perlambatan sedikit karena banyak demo. Ini semua cukup merata, Jabodebek, Banten, dan daerah lainnya," tuturnya.

Harun mengutarakan sektor properti telah pulih secara bertahap sejak kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun ini. Dia pun optimistis pasar properti hingga akhir tahun membaik, apalagi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) transisi di Jakarta kembali diterapkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top