Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh! 200.000 Karyawan Mal Dirumahkan saat PSBB Jilid II Jakarta

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebut sebanyak 200.000 karyawan mal dirumahkan selama PSBB Jilid II DKI Jakarta karena tempat usahanya ditutup sementara.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  01:30 WIB
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019).  - BISNIS/YAY
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019). - BISNIS/YAY

Bisnis.com, JAKARTA - Gelombang sejumlah perusahaan merumahkan karyawannya melanda sektor pusat perbelanjaan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, terdapat sekitar 200.000 karyawan pusat perbelanjaan yang dirumahkan sejak PSBB Jilid II sampai dengan PSBB transisi Jilid II diberlakukan pada Senin (12/10/2020).

Dia menjelaskan, banyaknya para penyewa yang menutup sementara tempat usahanya di pusat perbelanjaan menjadi faktor dirumahkannya 200.000 pekerja, dan berpotensi berlanjut ke pemutusan hubungan kerja (PHK) jika PSBB ketat terus dijalankan.

"Selama PSBB ketat, ada sekitar 200.000 karyawan yang dirumahkan. Kalau itu berlanjut terus, bisa ada potensi untuk di-PHK. Dengan kembali diperbolehkannya makan di tempat, saya kira ini akan mengurangi potensi PHK," ujar Alphonzus kepada Bisnis.com, Senin (12/10/2020).

Dia menuturkan salah satu sektor usaha yang dikatakan cukup banyak melakukan tutup sementara adalah restoran dan kafe akibat hasil penjualan tidak bisa menutupi biaya operasional perusahaan.

"Kemarin banyak restoran dan kafe yang memilih untuk tutup sementara karena banyak produk yang tidak bisa delivery atau take away, terutama restoran yang bukan fastfood. Nah, kalau dipaksakan, hasil penjualan tidak bisa menutup biaya operasional," jelas Alphonzus.

Pada masa PSBB transisi Jilid II, pusat perbelanjaan berkomitmen untuk tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19. Sebagai langkahnya, pusat perbelanjaan memiliki jaring pengaman ganda, yakni di pintu masuk dan di setiap toko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top